Penanganan Pascapanen Ubi Jalar
| dc.contributor.author | Agus Setyono | |
| dc.contributor.author | Yetty Setiawati, | |
| dc.contributor.author | Sudaryono | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-20T17:33:14Z | |
| dc.date.available | 2026-06-20T17:33:14Z | |
| dc.date.issued | 1996 | |
| dc.description.abstract | Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) potensial sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga penanganan setelah panen perlu mendapat perhatian. Penyimpanan umbi dalam tumpukan jerami lembab cukup baik karena rendahnya tingkat kerusakan, tetapi umbi sebagian besar (90%) bertunas. Ubi jalar segar dapat diolah menjadi berbagai jenis produk olahan, seperti ceriping, keremes, saos, dan selai. Sebagian industri pangan menggunakan ubi jalar sebagai bahan baku saos. Selai campuran ubi jalar dan nenas, bermutu baik apabila pembuatannya dilakukan dengan cara yang tepat. Penggunaan larutan Ca(OH)2 0,5% dalam pembuatan chip ubi jalar menghasilkan chip yang bermutu, yang selanjutnya dapat diolah menjadi tepung. Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis kue, roti, cake, mi, dan makanan lainnya. Ditinjau dari ragam penggunaannya, ubi jalar mempunyai prospek yang baik dalam kaitannya dengan pengembangan agroindustri di pedesaan. | |
| dc.identifier.isbn | 979-8161-52-1 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30133 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan | |
| dc.title | Penanganan Pascapanen Ubi Jalar | |
| dc.type | Book |