Kebutuhan Traktor dalam usahatani Tanaman Pangan di Jawa Barat

dc.contributor.authorDinas Pertanian Jawa Barat
dc.date.accessioned2026-08-20T03:38:06Z
dc.date.available2026-08-20T03:38:06Z
dc.date.issued1984-01-01
dc.description.abstractPenghitungan kebutuhan traktor untuk mengisi kekurangan tenaga didasarkan atas jumlah tenaga kerja yang tersedia dan luas lahan yang ada di suatu daerah. Untuk menghindari akibat sosial yang tidak diinginkan, Dinas Pertanian Jawa Barat hanya memperhitungkan kebutuhan traktor dari 20% kekurangan tenaga di suatu daerah. Pemilikan traktor diprioritaskan secara kolektif, sedangkan pengadaannya bisa didapat secara kontan (51,7%), KIK (31%), dan cicilan (12,8%). Berdasarkan studi di Subang pada tahun 1979, satu hektar lahan membutuhkan tenaga pengolah 80 hari kerja orang atau 21 hari kerja ternak + 25 hari kerja orang, atau 2 hari kerja unit traktor + 12 hari kerja orang. Pada daerah kekurangan tenaga kerja, penggarapan dengan cangkul dirasa lebih mahal (Rp 80.000 - Rp 100.000/ha) dibandingkan dengan traktor (Rp 40.000 - Rp 60.000/ha). Kekurangan tenaga untuk pengolahan tanah di daerah intensifikasi khusus bisa mencapai 56,4%, intensifikasi umum 55,0% dan non intensifikasi 50,2%. Dengan perhitungan 20% dari 225.000 ha area yang terhambat pengolahannya, maka Jawa Barat membutuhkan tambahan 3000 unit traktor.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31102
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian Agro-Ekonomi
dc.subjectN Machinery and buildings/Mesin dan Bangunan Pertanian::N20 Agricultural machinery and equipment/Mesin-mesin dan peralatan pertanian
dc.titleKebutuhan Traktor dalam usahatani Tanaman Pangan di Jawa Barat
dc.typeOther
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Kebutuhan Traktor dalam usahatani Tanaman Pangan di Jawa Barat.pdf
Size:
3.87 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: