Pengendalian Penyakit Blas Secara Terpadu pada Tanaman Padi
Loading...
Date
2017-06-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae Cav. tidak hanya merusak tanaman padi di lahan kering, tetapi juga di lahan tadah hujan dan lahan irigasi. Kerugian hasil yang diakibatkannya bergantung pada intensitas penyakit blas di pertanaman. Pada intensitas yang tinggi, kehilangan hasil akibat penyakit blas mencapi 90% atau lebih. Gejala penyakit blas sering ditemukan pada daun dan leher malai padi. Penyakit blas leher malai lebih merugikan daripada blas daun. Jamur P. oryzae memiliki ras yang banyak dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga mudah mengalami perubahan genetik melalui mutasi dan membentuk ras baru yang lebih ganas daripada ras sebelumnya. Ketahanan varietas padi mudah patah dan bervariasi, bergantung pada lokasi dan waktu tanam. Penyakit blas pada tanaman padi di dataran tinggi termasuk langka dan jika ditemukan intensitasnya pun rendah. Sebaliknya, penyakit blas lebih mudah ditemukan pada dataran rendah dan seringkali dengan intensitas yang tinggi. Patogen blas dapat bertahan pada gulma di sekitar lahan tanaman padi dan sisa jerami atau turiang sebagai sumber infeksi. Pengendalian penyakit blas tidak cukup efektif jika hanya menggunakan satu komponen. Memadukan beberapa komponen pengendalian merupakan metode pengendalian yang efektif. Sanitasi sisa tanaman sakit dan gulma inang alternatif, penanaman varietas tahan, menghindari penggunaan pupuk N berlebihan, pengaturan jarak tanam yang tidak rapat, pengaturan irigasi, pergiliran varietas atau tanaman, dan penggunaan fungisida yang tepat efektif mengendalikan penyakit blas.
Description
Redaksi mengutamakan makalah dari peneliti lingkup Puslitbang Tanaman Pangan dan menerima makalah dari semua institusi penelitian tanaman pangan lainnya di Indonesia, termasuk perguruan tinggi, LIPI, dan BATAN. Makalah review yang dikirimkan hendaknya sudah mendapat persetujuan dari pimpinan instansi masing-masing.