Budidaya, Pengolahan Hasil dan Kelayakan Usahatani Gambir (Uncaria gambir, Roxb.) ; buletin litro vol xv no 1,2004 hlmn ; 50-63

No Thumbnail Available
Date
2004-01-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Gambir termasuk salah satu tanaman indigenous atau tanaman spesifik dan andalan ekspor daerah Sumatera Barat. Namun prospek yang baik terhadap permintaan gambir belum disertai dengan peningkatan produktivitas, mutu dan pendapatan petani. Hal ini diduga disebabkan karena terbatasnya informasi mengenai pengolahannya dan modal untuk pengembangan usahatani gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya, tingkat pengolahan hasil, tingkat kelayakan usahatani, besar pendapatan petani dari usahatani gambir serta faktor-faktor penghambat pengembangan diwilayah tersebut. Penelitian dilakukan di desa Solok Bio-bio kecamatan Harau kabupaten 50 Kota, pada bulan Januari 2000 dengan menggunakan metode rapid rural iralic atau pemahaman pedesaan dalam waktu singkat (PPWS) dan metode survey, yaitu wawancara langsung dengan petani dan pengisian kuesioner. Petani responden ditentukan secara acak sederhana sebanyak 30 (tiga puluh) responden. Besar pendapatan petani dianalisis dengan analisis pendapatan, sedangkan kelayakan usahatani melalui pendekatan benefit cost ratio (B/.C Ratio), net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR). Dari hasil penelitian diketahui bahwa teknik budidaya dan pengolahan hasil masih dilakukan dengan cara tradisional dan memakai alat-alat sederhana. Hasil analisis kelayakan menunjukkan, bahwa pada tingkat bunga 15% nilai B/C Ratio = 1,61, Rp 9 763 532,- dan IRR = 57%. Pendapatan petani dari usahatani gambir adalah sebesar Rp. 20.186.250,- atau rata- NPV = rata Rp. 1.682.180,-/ha/th. Hasil ini menunjukkan bahwa usahatani gambir di Desa Solok Bio-Bio menguntungkan dan layak dikembangkan, sedangkan faktor utama penghambat pemgembangan adalah latar belakang pendidikan yang rendah, tingginya biaya pasca panen dan keterbatasan modal. Pemberdayaan petani, organisasi petani dan keterampilan petani sangat diperlukan. Kata kunci: Uncaria gambir Roxb, kelayakan, usahatani
Description
Keywords
Citation