PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN 2,4-D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER KALUS PURWOCENG (Pimpinella Prutjan Molk)
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Terbentuknya kalus purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) sangat dipengaruhi oleh jenis eksplan dan zat pengatur tumbuh auksin. Eksplan dengan jaringan yang meristematik akan terbentuk kalus lebih mudah dibanding dengan jaringan yang sudah tua. Tujuan penelitian ini adalah
kombinasi
untuk
eksplan
mendapatkan
daun dan
pertunbuhon
berbagai
kalus yang optimal dengan memberikan perlakuan
Rancangan Acak Lengkap
konsentrasi 2,4-D yang tepat. Penelitian ini menggunakan dengan dua faktor, diu'ang lima kali. Faktor pertama yaitu jenis eksplan daun dan petiol), faktor kedua adalah konsentrasi 2,4-D (1 ppm, 3 ppm dan 5 ppm). Total perlakuan terdiri dari enam kombinasi. Eksplan ditanaman pada media DKW yang sudah diberi 2,4-D sesuai dengan konsentrasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot basah dan kering tanaman tidak dipengaruhi oleh kombinasi perlakuan. Kalus eksplan daun mempunyai bobot basah (1,0738 g) dan bobot kering (0,0623 g) lebih tinggi dibandingkan dengan bobot basah (0,3377g) dan bobot kering (0,0177 g) kalus dari eksplan petiol. Pada kalus umur 3 bulan, sitosterol (32,86 ppm) dan stigmasterol (0,0540 ppm) tertinggi diperoleh pada kombinasi perlÄkuan eksplan petiol + 2,4-D 3 ppm, sedangkan bergapten (3,11 ppm) tertinggi dihasilkan pada kombiriasi perlakuan eksplan daun + 2,4-D 5 ppm. Kandungan stigmasterol dan bergapten kalus hampir sama dengan kandungan tanaman asal lapang umur 9 bulan (0,051 ppm dan 3,18 ppm), sedangkan kandungan sitosterol tanaman asal lapang (0 ppm)