Perkembangan Produksi dan Teknologi Peningkatan Hasil Jagung di Sulawesi Selatan
Loading...
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Sulawesi Selatan merupakan penghasil utama jagung di luar Jawa. Dalam
periode 1987-91, produksi rata-rata mencapai 441.801 t/tahun atau 62% dari
total produksi jagung di Kawasan Timur Indonesia. Produksi jagung dalam
periode tersebut berfluktuasi dengan simpangan sebesar 31.930 t/tahun. Untuk
meningkatkan produktivitas jagung di Sulawesi Selatan diperlukan teknologi yang
tepat guna. Selain sebagai pangan, jagung juga banyak digunakan untuk
beragam keperluan. Permintaan terhadap jagung meningkat sejalan dengan
meningkatnya perkembangan usaha peternakan. Batang dan daun jagung yang
biasanya dibuang juga dapat menjadi sumber pendapatan. Jagung sayur (baby
corn) banyak dikonsumsi di perkotaan. Untuk meningkatkan produksi jagung
sayur, tanaman juga memerlukan pemupukan. Penggunaan pupuk urea dapat
ditekan 25-50% di tanah Latosol Bulukumba dan 50-66% di tanah Grumusol
Jeneponto apabila pemberiannya dilakukan secara tugal atau larik dan kemudian
ditutup dengan tanah, dibandingkan dengan cara sebar di permukaan tanah
seperti yang umum dilakukan petani. Pada musim hujan, jagung dapat ditanam
rapat untuk kemudian dijarangkan. Hijauan yang diperoleh dari kegiatan
penjarangan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Jagung hibrida C1
memberikan hasil dan hijauan yang cukup tinggi. Hibrida Cl dapat menghasilkan 11,17 t/ha jagung muda dan 8,61 t/ha berangkasan. Jumlah tongkol
jagung muda (untuk sayur) varietas Super Sweet yang ditanam dengan jarak
75 x 25 сm masih meningkat dengan pemberian N hingga takaran 180 kg/haа.