Pasca Panen Tanaman Ylang-ylang 147-150
| dc.contributor.author | Bagem Sofianna Sembiring | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-15T01:44:33Z | |
| dc.date.available | 2026-09-15T01:44:33Z | |
| dc.date.issued | 2012-07-01 | |
| dc.description.abstract | Mutu minyak ylang-ylang (Canangium odoratum Baill. forma genuina L.) dipengaruhi oleh kondisi bunga, penanganan bunga serta cara penyulingan. Minyak ylang-ylang dapat digunakan sebagai bahan baku industri parfum dan aromaterapi. Bunga ylang-ylang dapat bertahan selama dua hari sebelum disuling jika disimpan pada suhu 26-27° C dan RH 75-80%. Penyulingan bunga dilakukan dengan cara uap dan air (kukus) secara fraksinasi. Mutu minyak ditentukan oleh besarnya bilangan penyabunan dan bobot jenis. Semakin lama penyulingan kualitas minyak semakin menurun. Penyulingan yang baik adalah dua jam dan dihasilkan mutu minyak kelas extra. Mutu minyak ylang-ylang yang berasal dari Natar (Lampung) dapat memenuhi standar minyak menurut EOA. Kata kunci: Canangium odoratum, ylang-ylang, mutu minyak, pasca panen. | |
| dc.identifier.isbn | 978-602-9462-14-2 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32335 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian | |
| dc.title | Pasca Panen Tanaman Ylang-ylang 147-150 | |
| dc.type | Article |