Teknologi Budi Daya Jagung untuk Lahan Kering di Jawa Timur
Loading...
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Untuk mendukung program intensifikasi jagung di Jawa Timur telah tersedia
paket teknologi spesifik lokasi. Paket teknologi budi daya jagung pada prinsipnya
dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu (1) komponen teknologi yang secara
nisbi dapat bersifat umum (varietas, kerapatan tanaman, pengendalian hama dan
penyakit, dan pascapanen), dan (2) komponen teknologi spesifik lokasi (pengolahan tanah, pemupukan). Populasi optimal tanaman untuk varietas unggul
Arjuna, Rama, Hibrida CPI-1, Semar-1 dan Semar-2 adalah sekitar 60.000
tanaman/ha, dengan jarak tanam 80 x 40 cm, dengan dua tanaman/lubang, atau
jarak tanaт 80 x 20 cm dengan satu tanaman/lubang. Hama lalat bibit dan
penggerek pucuk/daun dapat dikendalikan dengan insektisida karbofuran
(Furadan 3G dengan takaran 5-10 kg/ha). Perlakuan benih dengan pestisida
metalaxyl (5 g Ridomil/kg benih) dapat mencegah perkembangan penyakit bulai.
Cara dan bentuk pengolahan tanah mengacu pada jenis tanah. Untuk tanah berat
(lempung), pengolahan tanah perlu dilakukan agar perakaran tanaman dapat
berkembang dengan baik. Paket teknologi budi daya jagung dapat disusun
berdasarkan spesifikasi lokasi sebagai satuan wilayah rekomendasi. Berdasarkan ketinggian dari muka laut, tipe agroekologi tegalan dapat dipilah menjadi tiga bagian, yaitu: (1) ketinggian 0-300 m dpl., (2) ketinggian 300-600 m, dan
(3) ketinggian 600 m dpl. Di samping ketinggian tempat, rekomendasi paket
teknologi budi daya spesifik lokasi perlu mempertimbangkan ragam jenis tanah
dan kondisi iklim setempat.