Toleransi Genotipe Kacang Tanah terhadap Lahan Masam
No Thumbnail Available
Date
2009
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Penyebaran lahan kering masam di Indonesia cukup
luas yang umumnya berkadar hara rendah. Keracunan aluminium
(Al) merupakan penyebab buruknya pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe kacang tanah
yang toleran kemasaman tanah. Penelitian di laboratorium pemuliaan
Balitkabi dilakukan pada tahun 2006 dalam dua tahap. Tahap pertama
menentukan konsentrasi Al yang sesuai untuk penyaringan bahan
genetik (0 ppm Al, pH netral, berikutnya konsentrasi Al 30, 40, 50,
60, dan 70 ppm masing-masing pada pH 4,0). Tahap kedua ditujukan
untuk menilai toleransi genotipe kacang tanah terhadap cekaman
Al. Sebanyak 225 genotipe kacang tanah dievaluasi pada tiga
lingkungan: L1 (0 ppmAI, pH netral), L2 (0 ppm Al, pH 4), L3 (60 ppm
Al, pH 4), dan dilakukan pewarnaan akar dengan menggunakan
hematoxilin. Sebanyak 50 genotipe hasil penelitian di laboratorium
diuji pada lahan masam di lapang. Penelitian lapang dilakukan pada
MK 2007 di lahan masam Jasinga (Bogor) dengan kandungan Al
tinggi di dua lingkungan, E1 (lingkungan masam) dan E2 (lingkungan
masam dengan penambahan kapur). Rancangan percobaan acak
kelompok dengan dua ulangan. Perlakuan adalah 50 genotipe hasil
pengujian di laboratorium. Indeks toleransi cekaman (ITC) atau
Stress tolerance index (STI) digunakan sebagai tolok ukur penilaian
toleransi suatu genotipe. Genotipe kacang tanah yang diuji
menunjukkan keragaman dan perbedaan toleransi terhadap
cekaman aluminium pada stadia perkecambahan. Pemberian larutan
Al 60-70 ppm menurunkan panjang akar dan bobot kering akar
perkecambahan kacang tanah. Dari 225 genotipe yang dievaluasi
pada pH4 dan Al 60 ppm tidak terdapat genotipe yang akarnya
benar-benar bebas dari penetrasi aluminium dengan skor
pewarnaan berkisar antara 3,05-4,45. Dengan menggunakan
indeks toleransi cekaman untuk panjang akar dan bobot akar, terpilih
50 genotipe kacang tanah yang toleran cekaman Al pada stadia
kecambah. Sebanyak 50 genotipe yang diuji menunjukkan
keragaman pada hasil dan terdapat interaksi antara genotipe dengan
lingkungan. Hasil polong pada lingkungan E1 (masam, pH tanah 4,4,
dan kejenuhan Al 91,5%) dan E2 (pemberian dolomit 2 t/ha, pH
tanah 5,4, kejenuhan Al 61,1%) masing-masing adalah 1,27 dan
1,44 t/ha. Terdapat dua genotipe yang konsisten memiliki nilai indeks
toleransi cekaman dan hasil tertinggi pada lingkungan masam (E1
dan E2), yaitu MLGA 0297 dan MLGA 0112 dengan hasil 2,11-2,21
t/ha.