Penelitian pendahuluan tentang penyusutan bobot buah terong KB var. KDL setelah dipanen : buletin littro Volume 3 No.1,1988 hlmn : 21-25
No Thumbnail Available
Date
1988-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Pengolahan buah Solanum khasimum var. KDL. men- judi glikoalkaloid dan selanjutnya menjadi solasodin sulit di- lakukan di lokasi pertanaman. Oleh karena itu buah-buah hasil panen terpaksa disimpan untuk menunggu pengangkut an ke tempat pengolahan/pengeringan. Hal ini menimbul kan penyusutan bobot buah yang dapat merugikan petani penanam. Penelitian pendahuluan telah dilakukan di KP Manoko, Lembang, Jawa Barat (1 200 m dpl). Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyusutan bobot buah ini, melalui pendekatan cara panen, yaitu (A) digunting dan (B) dicopot/ditarik, masing-masing pada 5 warna tingkat kemasakan, yaitu hijau tua (HT), hijau kekuningan (HK), ku- ning kehijauan (KH), kuning (K) dan kuning tua/kecoklatan (KT). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dengan cara mencopot/menarik (B, sehingga pangkal buah terluka) me- nimbulkan penyusutan bobot buah cukup tinggi, yaitu praktis 3.5 kali dari pada (A) cara digunting (23.774 vs 6.32%). Walaupun antar berbagai tingkat kemasakan tidak berbeda nyata, namun pemetikan buah yang berwarna hijau tua (HT) dan atau kuning (K) penyusutan bobot buahnya cenderung paling kecil (digunting 5.44% dan dicopot 20.96%).