AKLIMATISASI LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn) HASIL IN VITRO PADA BERBAGAI MEDIA DI RUMAH KАСА
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Tanaman lidah buaya (Aloe vera linn) mempunyai potensi cukup besar sebagai bahan
baku kosmetik maupun farmasi, serta banyak dimanfaatkan dalam industri makanan maupun
minuman untuk kesehatan. Meningkatnya permintaan akan bahan baku sampai saat ini belum
diimbangi pasokan yang mencukupi. Untuk pembudidayaan lidah buaya dalam skala basar
dibutuhkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Salah satu upaya mendapatkan bibit yang
banyak secara singkat dan seragam adalah melalui kultur in vitro. Sebelum ditanam di lapang,
planlet yang dihasilkan perlu diaklimatisasi. Aklimatisasi merupakan salah satu tahap penting yang
menetukan keberhasilan perbanyakan melalui in vitro. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
proses aklimatisasi adalan media tumbuh. Planlet yang digunakan berasal dari induksi tunas dari
media terbaik yaitu MS + BAP 0,8 mg/l.Aklimatisasi dilakukan di rumah kaca Balittro dengan 6
perlakuaan yaitu: A). Tanah + Sekam + Kompos (1 : 1 : 1); B) Tanah + Sekam (1 : 1); C) Tanah
+ Kompos (1: 1); D) Sekam + Kompos (1: 1); E) Tanah dan F Pasir. Rancangan yang digunakan
adalah Acak Lengkap, disusun secara faktorial dengan 10 ulangan. Parameter yang diamati adalah
jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun. Hasil percobaan menunjukkan bahwa bibit membentuk
tunas, panjang dan jumlah daun terbaik pada media E yaitu media tanah dengan persentase tumbuh
100%, jumlah tur as 4.00 dan tinggi tunas 24,06 cm serta jumlah daun 19.00 pada umur 8 minggu.