Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Nursalam"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    AKLIMATISASI LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn) HASIL IN VITRO PADA BERBAGAI MEDIA DI RUMAH KАСА
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Amalia; Nursalam
    Tanaman lidah buaya (Aloe vera linn) mempunyai potensi cukup besar sebagai bahan baku kosmetik maupun farmasi, serta banyak dimanfaatkan dalam industri makanan maupun minuman untuk kesehatan. Meningkatnya permintaan akan bahan baku sampai saat ini belum diimbangi pasokan yang mencukupi. Untuk pembudidayaan lidah buaya dalam skala basar dibutuhkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Salah satu upaya mendapatkan bibit yang banyak secara singkat dan seragam adalah melalui kultur in vitro. Sebelum ditanam di lapang, planlet yang dihasilkan perlu diaklimatisasi. Aklimatisasi merupakan salah satu tahap penting yang menetukan keberhasilan perbanyakan melalui in vitro. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses aklimatisasi adalan media tumbuh. Planlet yang digunakan berasal dari induksi tunas dari media terbaik yaitu MS + BAP 0,8 mg/l.Aklimatisasi dilakukan di rumah kaca Balittro dengan 6 perlakuaan yaitu: A). Tanah + Sekam + Kompos (1 : 1 : 1); B) Tanah + Sekam (1 : 1); C) Tanah + Kompos (1: 1); D) Sekam + Kompos (1: 1); E) Tanah dan F Pasir. Rancangan yang digunakan adalah Acak Lengkap, disusun secara faktorial dengan 10 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun. Hasil percobaan menunjukkan bahwa bibit membentuk tunas, panjang dan jumlah daun terbaik pada media E yaitu media tanah dengan persentase tumbuh 100%, jumlah tur as 4.00 dan tinggi tunas 24,06 cm serta jumlah daun 19.00 pada umur 8 minggu.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback