PENYULINGAN MINYAK SASSAFRAS SEBAGAI SUMBER SAFROL
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Di Amerika Serikat minyak sassafras (sassafras oil) dihasilkan dari akar tumbuhan
Sassafras albidum dengan proses penyulingan. Kandurgan minyak atsirinya berkisug antara 5 -9
%. Minyak tersebut mengandung 80 - 90 % senyawa kimia safrol. Safrol merupakan bahan dasar
untuk sintesis heliotropin, bahan pewangi penting dalam industri parfum. Di Brazilia, minyak
sassafras dihasilkan dari tanaman Ocotea cymbarum, sementara di Cina, Jepang dan Taiwan
minyak sejenis itu diperoleh dari fraksinasi minyak camphor yang dihasilkan dari tanaman
Cinnamomum camphora dengan kandungan safrol yang lebih rendah. Minyak sassafras terdapat
juga dalam tumbuhan Cinnamomum sintok (kayu sintok) yang banyak tumbuh dibeberapa daerah
di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda, yaitu pakanangi di Sulawesi Tengah, kayu gadis di
Bengkulu dan pahawas di Kalimantan Timur. Penelitian penyulingan dan analisis bertujuan untuk
mengkaji kandungan minyak sassafras dari ketiga daerah tersebut. Metode untuk penentuan
rendemen minyak adalah penyulingan uap air, untuk karakteristik minyak menggunakan metode
Standar Nasional Indonesia dan kandungan kadar safrol ditentukan dengan metode kromatografi
gas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kadar minyak dari kayu sintok asal Sulawesi Tengah
rata-rata 7,60 %; asal Bengkulu 4,50% dan asal Kalimantan Timur 5,20%. Kandungan safrol
dalam minyak masing-masing berturut-trurut 94,0 %; 95,0% dan 92,5%.