Jagung untuk Lahan Sawah Tadah Hujan
Loading...
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Areal pertanaman jagung di Indonesia pada tahun 1991 tercatat sekitar 3
juta hektar, dengan rata-rata hasil 2,15 t/ha. Sekitar 10% dari areal pertanaman
jagung berada pada ekosistem lahan sawah tadah hujan. Pada ekosistem ini,
tanaman sering kali mengalami kekeringan dan kebanjiran. Varietas jagung yang
banyak ditanam petani pada ekosistem tersebut adalah varietas lokal dengan hasil
yang rendah, rata-rata kurang dari 2 t/ha. Untuk itu perlu dikembangkan
varietas unggul untuk lahan sawah tadah hujan. Varietas berbiji kuning yang
cocok untuk ekosistem ini adalah Arjuna yang rata-rata hasilnya dapat mencapai
4,3 t/ha. Jagung berbiji putih yang berpotensi baik untuk dikembangkan pada
lahan sawah tadah hujan antara lain adalah varietas Bayu, dengan hasil rata-rata
4,0t/ha. Kedua varietas ini tergolong stabil hasilnya dan berumur relatif genjah,
sekitar 84 hari.