Kajian Metode Tanam dan Penambahan Pupuk Organik Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi di Lahan Sawah Bukaan Baru di Kabupaten Landak

No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak Pengkajian dilaksanakan di Jalan Pal XX, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Februari 2017. Lokasi kajian merupakan lahan sawah bukaan baru hasil program cetak sawah tahun 2014 yang tingkat kesuburannya masih rendah, sehingga diperlukan penambahan pupuk organik hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi. Perlakuan yang digunakan dalam kajian ini adalah pemberian pupuk organik hayati pada pertanaman padi dengan sistem tanam yang berbeda yaitu sistem tanam Hazton dengan jarwo 4:1, PTT jarwo 4:1, PTT jarwo 2:1 dan kontrol, dengan 10 ulangan tiap perlakuan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat 1000 butir dan gabah kering panen. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) digunakan dalam kajian ini. Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan mikroba hayati cenderung lebih baik dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan pupuk organik hayati). Penambahan pupuk organik hayati pada pertanaman jarwo 2:1 memberikan hasil GKP tertinggi yaitu sebesar 3,1 ton/ha, pada jarwo 4:1 memberikan hasil GKP 2,61 ton/ha dan pada metode tanam hazton memberikan hasil GKP 1,6 ton/ha. Abstract The assessment was carried out at Jalan Pal XX, Ngabang Sub-district, Landak District, from October 2016 until February 2017. The study area is non-productive rice field areas from the rice field program of 2014 that the fertility rate is still low, so it needs additional biological organic fertilizer to increase soil fertility and increase rice productivity. The treatments used in this study were the provision of biological organic fertilizer on rice crops with different planting systems namely Hazton planting system with jarwo 4: 1, PTT jarwo 4: 1, PTT jarwo 2: 1 and control, with 10 replications per treatment. The parameters observed were plant height, number of tillers, 1000 grain weight and dry harvested grain. Completely Randomized Block Design (RAKL) was used in this study. Further test using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that treatment using biological microbes tends to be better than control (without the addition of biological organic fertilizer). The addition of biological organic fertilizer at 2: 1 jarwo plant gives the highest GKP yield of 3.1 ton / ha, at 4: 1 jarwo gives GKP yield of 2.61 ton / ha and on hazton planting method gives GKP result of 1.6 ton / Ha.
Description
9 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation