Teknik Matriconditioning dan Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Peningkatan Mutu Benih dan Hasil Biji Kedelai

dc.contributor.authorDidik Sucahyono
dc.contributor.authorDidik Harnowo
dc.date.accessioned2026-09-16T10:56:57Z
dc.date.available2026-09-16T10:56:57Z
dc.date.issued2022-05
dc.description.abstractMenanam kedelai dengan benih bermutu rendah dapat menyebabkan populasi tanaman di lapangan tidak optimal dan hasilnya rendah. Mutu benih tersebut dapat diperbaiki dengan Matriconditioning, yaitu teknik invigorasi untuk meningkatkan mutu benih yang sudah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh matriconditioning terhadap peningkatan daya tumbuh benih kedelai dan pengaruh perlakuan pupuk hayati yang diintegrasikan bersama matriconditionong terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil biji tiga varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balitkabi Malang dan di Ngawi Jawa Timur pada MK I tahun 2015 menggunakan rancangan petak terpisah tiga ulangan. Petak utama adalah varietas kedelai yang terdiri atas: 1) Grobogan, 2) Wilis, dan 3) Tanggamus. Anak petak adalah perlakuan matriconditioning benih, yang terdiri atas : 1) Tanpa matriconditioning dan tanpa pupuk hayati, 2) Matriconditioning, 3) Pupuk hayati Iletrisoy, 4) Pupuk hayati Iletrisoy + pelarut P, 5) Matriconditioning + Iletrisoy + pelarut P. Setiap perlakuan ditanam pada petak berukuran 4 m x 5 m, jarak tanam 40 x 15 cm, dua tanaman per lubang. Matrikondisioning benih menggunakan serbuk arang lembab dengan perbandingan 9 benih : 6 serbuk arang : 7 air, selama 12 jam, baik dilakukan sendiri maupun bersamaan dengan pupuk hayati (Iletrisoy). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara varietas dan teknik matriconditioning pada semua peubah yang diamati. Matriconditioning mampu meningkatkan daya tumbuh benih kedelai berukuran biji kecil, sedang, maupun besar dari 76% menjadi 84% bila disertai dengan penggunaan pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri pelarut P. Pupuk hayati Iletrisoy yang dicampur dengan bakteri pelarut P dan diaplikasikan bersamaan dengan matriconditioning pada benih kedelai dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman di lapangan, tetapi belum mampu meningkatkan hasil kedelai dibanding tanpa matriconditioning. Pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri pelarut P dapat diaplikasikan secara bersamaan dengan matriconditioning.
dc.identifier.issn1693-1882
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32522
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
dc.relation.ispartofseriesBuletin Palawija Volume 20 No. 1 Mei 2022
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian
dc.subjectF Plant production/Produksi Tanaman::F04 Fertilizing/Pemupukan
dc.subjectF Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman
dc.subjectF Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih
dc.subjectF Plant production/Produksi Tanaman::F08 Cropping patterns and systems/Pola Tanam dan Sistem Penanaman
dc.titleTeknik Matriconditioning dan Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Peningkatan Mutu Benih dan Hasil Biji Kedelai
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Teknik Matriconditioning dan Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Peningkatan Mutu Benih dan Hasil Biji Kedelai.pdf
Size:
139.96 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections