Teknik Matriconditioning dan Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Peningkatan Mutu Benih dan Hasil Biji Kedelai
Loading...
Date
2022-05
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Abstract
Menanam kedelai dengan benih bermutu rendah
dapat menyebabkan populasi tanaman di lapangan tidak
optimal dan hasilnya rendah. Mutu benih tersebut dapat
diperbaiki dengan Matriconditioning, yaitu teknik
invigorasi untuk meningkatkan mutu benih yang sudah
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh matriconditioning terhadap peningkatan daya
tumbuh benih kedelai dan pengaruh perlakuan pupuk
hayati yang diintegrasikan bersama matriconditionong
terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil biji tiga
varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca
Balitkabi Malang dan di Ngawi Jawa Timur pada MK
I tahun 2015 menggunakan rancangan petak terpisah
tiga ulangan. Petak utama adalah varietas kedelai yang
terdiri atas: 1) Grobogan, 2) Wilis, dan 3) Tanggamus.
Anak petak adalah perlakuan matriconditioning benih,
yang terdiri atas : 1) Tanpa matriconditioning dan tanpa
pupuk hayati, 2) Matriconditioning, 3) Pupuk hayati
Iletrisoy, 4) Pupuk hayati Iletrisoy + pelarut P, 5)
Matriconditioning + Iletrisoy + pelarut P. Setiap
perlakuan ditanam pada petak berukuran 4 m x 5 m,
jarak tanam 40 x 15 cm, dua tanaman per lubang.
Matrikondisioning benih menggunakan serbuk arang
lembab dengan perbandingan 9 benih : 6 serbuk arang
: 7 air, selama 12 jam, baik dilakukan sendiri maupun
bersamaan dengan pupuk hayati (Iletrisoy). Hasil
penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara
varietas dan teknik matriconditioning pada semua peubah
yang diamati. Matriconditioning mampu meningkatkan
daya tumbuh benih kedelai berukuran biji kecil, sedang,
maupun besar dari 76% menjadi 84% bila disertai dengan
penggunaan pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri pelarut
P. Pupuk hayati Iletrisoy yang dicampur dengan bakteri
pelarut P dan diaplikasikan bersamaan dengan
matriconditioning pada benih kedelai dapat memperbaiki
pertumbuhan tanaman di lapangan, tetapi belum
mampu meningkatkan hasil kedelai dibanding tanpa
matriconditioning. Pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri
pelarut P dapat diaplikasikan secara bersamaan dengan
matriconditioning.
Description
Keywords
A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian, F Plant production/Produksi Tanaman::F04 Fertilizing/Pemupukan, F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih, F Plant production/Produksi Tanaman::F08 Cropping patterns and systems/Pola Tanam dan Sistem Penanaman