Perbaikan Genetik Jagung dan Peningkatan Efisiensi P di Lahan Kering Masam
Loading...
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Peningkatan hasil jagung di lahan kering masam antara lain dapat dicapai
melalui penggunaan varietas toleran. Seleksi awal varietas dilakukan dengan
metode half-sib pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) yang berkadar Al
tinggi dan kahat unsur P. Pada tanah PMK, unsur Al dan Fe memfiksasi P
sehingga mengurangi ketersediaannya bagi tanaman. Serangkaian pengujian
pemupukan P telah dilakukan dengan menggunakan varietas jagung yang toleran
terhadap keracunan Al. Antasena yang merupakan varietas jagung pertama yang
dilepas untuk lahan kering masam, berasal dari populasi St Al dan hasilnya 20%
lebih tinggi daripada Arjuna pada kondisi tercekam Al. Populasi St Al terus
diperbaiki untuk meningkatkan ketahanannya terhadap penyakit bulai. Dengan
pengapuran 1 t/ha, tanaman jagung tanggap terhadap pemupukan P sampai
takaran 135 kg P2O5, bahkan pada takaran 180 kg P2Os/ha hasil masih
meningkat, tetapi efisiensi pemupukan menurun. Penggunaan pupuk P dapat
ditekan apabila bahan organik turut diberikan. Penggunaan pupuk P dengan
takaran 180 kg P205/ha memberikan hasil yang sama dengan takaran 22,5 kg
P2Os/ha bila pemberiannya dicampur dengan 2 t/ha bahan organik dan 200 kg/ha
kapur setelah diinkubasi selama 8 minggu.