Teknologi Produksi dan Pascapanen Ubi Kayu dan Ubi Jalar: Hasil Penelitian di Beberapa Sentra Produksi di Jawa Timur
No Thumbnail Available
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Penerapan teknologi usahatani berperan penting dalam meningkatkan
produksi dan pendapatan petani. Untuk menghasilkan teknologi produksi dan
pascapanen ubi kayu dan ubi jalar, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang melakukan
penelitian di beberapa sentra produksi di Jawa Timur (Malang Selatan, Kediri,
Tulungagung, Blitar, Magetan, dan Karanganyar). Tanpa pupuk, hasil ubi kayu
hanya 3,2 t/ha. Dengan pemupukan 100 kg urea + 50 kg TSP + 50 kg KCl/ha
hasil meningkat lima kali lipat. Apabila pupuk kandang (3 t/ha) turut diberikan,
peningkatan hasil ubi kayu mencapai lebih dari tujuh kali lipat. Hasil ubi kayu
dalam pola tanam ubi kayu + jagung/kacang-kacangan berkisar antara 21-28
t/ha. Klon ubi kayu UB 457-3, UB 12-8, dan CM 4049-2 mampu berproduksi
di atas 30 t/ha, sementara varietas lokal Mentik hanya menghasilkan 22,7 t/ha.
Dalam penelitian di lahan petani, hasil ubi kayu dengan menerapkan teknologi
introduksi berkisar antara 26-34 t/ha. Peningkatan umur panen ubi kayu dari 8
menjadi 10 bulan meningkatkan kadar pati. Selain enak, klon ubi jalar Ciceh 16
mampu berproduksi 40 t/ha. Pemupukan 100 kg urea dan 100 kg KCl/ha
meningkatkan hasil klon ubi jalar introduksi antara 29-56% dibanding tanpa
pupuk. Pupuk diberikan dua kali, 30% pada saat tanam dan sisanya dua bulan
setelah tanam. Penggunaan natrium bisulfit dengan takaran di atas 1000 ppm
dapat meningkatkan warna tepung ubi jalar menjadi lebih putih.