Dampak Perubahan Iklim Terhadap Serangan Layu Fusarium Pada Pisang

Loading...
Thumbnail Image
Date
2013-11-30
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi
Abstract
Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pengembangan suatu komoditas adalah unsur iklim/cuaca. Iklim/cuaca merupakan salah satu komponen ekosistem (bio-fisik) yang proses dan dinamikanya dipengaruhi oleh faktor global dan berada di luar atmosfer. Secara garis besar unsur-unsur cuaca/iklim mempengaruhi kehidupan tanaman sehingga dapat dianggap sebagai faktor pembatas. Reaksi tanaman terhadap unsur-unsur iklim/cuaca sendiri cukup sulit untuk diperkirakan karena sistem yang dihadapi cukup rumit. Pertumbuhan dan kualitas tanaman tergantung pada interaksi antara faktor lingkungan dengan faktor genetik setiap tanaman. Perubahan iklim menimbulkan dampak pada berbagai sektor pembangunan dan berbagai aspek kehidupan. Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat terpengaruh oleh perubahan iklim, terutama pada tanaman semusim, seperti yang terjadi pada tanaman pangan dan hortikultura. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dipengaruhi oleh kerentanan suatu sistem. Dampak netto yang ditimbulkan merupakan selisih antara pengaruh awal dengan daya adaptasi sistem tersebut. IPCC (2001) menggolongkan resiko akibat perubahan iklim menjadi risiko ekstrim sederhana dan risiko ekstrim komplek. Perubahan yang terjadi dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Dampak perubahan iklim pada produk hortikultura tergantung pada jenis komoditas dan lokasi pembudidayaan. Secara signifikan, dampaknya terhadap tanaman pangan maupun hortikultura diyakini dapat mengubah baik produksi maupun kerentanan terhadap penyakit tanaman, yang akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan pendapatan. Perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil pertanian, yang diakibatkan karena kekeringan, kebanjiran, atau meningkatnya serangan OPT. Meningkatnya serangan OPT dapat mengakibatkan gagal panen yang pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan CGIAR mengenai perubahan iklim, pertanian dan ketahanan pangan (CCAFS) menyoroti bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada tanaman yang sangat penting untuk ketahanan pangan di Negara berkembang, dan strategi adaptasi yang digunakan untuk mengurangi dampak tersebut (http:/ccafs.cgiar.org/node/754). Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) juga terpengaruh oleh perubahan iklim. Pada beberapa kasus perubahan iklim menyebabkan hama penyakit meluas serangannya, menjadi pemicu ledakan hama penyakit atau timbulnya jenis OPT yang baru yang menyerang atau terjadi kekebalan hama penyakit tertentu terhadap jenis pestisida yang digunakan. Sebagai contoh, menurut Susanti (2010), kejadian La-Nina tahun 2010 menjadi pemicu ledakan WBC pada tanaman padi.
Description
Keywords
P Natural resources/Sumber Daya Alam::P40 Meteorology and climatology/Cuaca dan Iklim, H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H10 Pests of plants/Hama tanaman, H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H20 Plant diseases/Penyakit tanaman
Citation
Collections