Minyak Kelapa Sebagai Bahan Bakar Nabati Untuk Kawasan Pesisir Coconut Oil As Biofuel For Coastal Areas
| dc.contributor.author | Novarianto Hengky | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-28T02:08:14Z | |
| dc.date.available | 2026-01-28T02:08:14Z | |
| dc.date.issued | 2006-12 | |
| dc.description.abstract | FAO telah memperingatkan agar semua negara menyiapkan pemanfaatan energi alternatif ke depan, karena diperkirakan pada 20 tahun mendatang, harus menggunakan 25% dari kebutuhan energi dunia (Novarianto, 2006). Sumber bahan baku energi alternatif, umumnya dari sumber bahan pangan, seperti: minyak kelapa sawit, minyak kelapa, sagu, singkong, ubi jalar, nira aren, dll. Kebutuhan minyak solar di Indonesia saat ini berkisar 25 juta kilo liter per tahun di mana 30% berasal dari impor (Wirawan, 2005). Kenaikan harga minyak diesel atau solar, menyebabkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjalan terseok-seok. PLN harus mengeluarkan biaya bahan bakar solar Rp. 38.4 triliun/tahun untuk membeli 6.3 juta kiloliter solar. Kebutuhan solar mencapai 68% dari total volume BBM yang dikonsumsi PLN per tahun yang mencapai 9.2 juta kiloliter (Yun, 2006). | |
| dc.identifier.issn | 0215-0646 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27486 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Perkebunan | |
| dc.title | Minyak Kelapa Sebagai Bahan Bakar Nabati Untuk Kawasan Pesisir Coconut Oil As Biofuel For Coastal Areas | |
| dc.type | Article |