Pengaruh tingkat kematangan dan pengupasan buah pala pada pembuatan sambal pala

Loading...
Thumbnail Image
Date
1993-03
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI
Abstract
Dalam upaya penganekaragaman hasil olah daging buah pala menjadi produk baru yang berupa chutney (sam- bal pala) telah dilakukan penelitian di Laboratorium Pasca Panen Puslitbangtri pada bulan Oktober sampai de-ngan November 1992. Pembuatan sambal pala dicoba de-ngan menggunakan perlakuan bahan olah daging buah pala pada berbagai tingkat kematangan (muda, setengah tua, dan tua) serta perlakuan dengan dan tanpa pengupasan, untuk men- getahui sejauh mana masing-masing perlakuan tersebut dapat menghasilkan sambal pala yang dapat diterima kon- sumen. Hasil uji organoleptik menunjukkan adanya kecenderungan konsumen untuk lebih menyukai sambal pala yang berasal dari buah yang lebih tua tingkat kematang- annya (nilai skor 2.67). Produk sambal pala dengan dan tanpa pengupasan dapat digolongkan kedalam kategori cukup disenangi oleh konsumen. Secara keseluruhan nilai rata-rata skor uji organoleptik adalah 2.58. Hal ini menun- jukkan bahwa tingkat kesukaan konsumen terhadap sambal pala dapat dikategorikan dalam golongan agak disukai. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu produsen nala terbesar di dunia. Sebagian besar (土98%) anaman pala di Indonesia diusahakan oleh (Burli at al 1088) de (Ra saj da jar bu de pe se be di a d M d F
Description
Keywords
Citation
Collections