“MEMBUAT TEMPAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK”
No Thumbnail Available
Date
2024-09-12
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Hambatan utama dalam usaha peternakan adalah ketersediaan pakan
berfluktuasi mengikuti musim; Pakan cukup, bahkan berlebihan selama
musim hujan, namun sangat kekurangan selama kemarau. Akibatnya:
ternak kehilangan berat selama kemarau, sehingga kenaikan berat
pertahun masih rendah; Penggemukan memerlukan waktu lama; Kematian
anak masih tinggi karena induk kekurangan pakan.
Solusi yang perlu dilakukan anatara lain perbaikan pengelolaan
pakan; memanfaatkan hijauan yang berlebihan pada musim hujan dengan
melakukan pengawetan pakan untuk dimanfaatkan selama kemarau.
Pakan yang diberikan pada ternak, pada dasarnya harus mengandung
cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi (pertumbuhan, pertambahan
berat), reproduksi (kawin, beranak dan menyusui) dan aktivitas lain (mis:
menarik dan memikul beban, menarik bajak).
Usaha peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan karena
tingginya permintaan akan produk peternakan. Usaha peternakan juga
memberi keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan
bagi banyak masyarakat di perdesaaan
Kebanyakan masyarakat yang berada di pedesaan semuanya
menyatu dengan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian
secara luas karena memang itulah keahlian mereka yang dapat digunakan
untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak heran seorang petani selain
mengolah sawahnya, mereka juga memelihara ternak misalnya ternak
bebek, ayam kampung atau yang sering dikenal ayam buras, ada juga
yang memelihara domba, kambing, sapi ataupun kerbau.
Diklat Pengolahan & Pengawetan HPT
2
Dilain pihak krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia
sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan pelajaran yang sangat
berharga bagi kita semua, dimana betapa rapuhnya pondasi
perekonomian yang tidak dilandasi oleh potensi sumber daya lokal.
Sejauh ini kebijakan pemerintah yang lebih berorentasi pada sistem
pertanian konvensional di mana banyak mengandalkan input produksi
seperti pupuk anorganik ataupun pestisida dalam jumlah tinggi untuk
memacu target produksi. Dalam kenyataan hal tersebut justru telah
memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lahan pertanian yang
ada sehingga lambat laun akan menurunkan produktivitas pertanian dan
akibatnya akan berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
Description
Hambatan utama dalam usaha peternakan adalah ketersediaan pakan
berfluktuasi mengikuti musim; Pakan cukup, bahkan berlebihan selama
musim hujan, namun sangat kekurangan selama kemarau. Akibatnya:
ternak kehilangan berat selama kemarau, sehingga kenaikan berat
pertahun masih rendah; Penggemukan memerlukan waktu lama; Kematian
anak masih tinggi karena induk kekurangan pakan.
Solusi yang perlu dilakukan anatara lain perbaikan pengelolaan
pakan; memanfaatkan hijauan yang berlebihan pada musim hujan dengan
melakukan pengawetan pakan untuk dimanfaatkan selama kemarau.
Pakan yang diberikan pada ternak, pada dasarnya harus mengandung
cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi (pertumbuhan, pertambahan
berat), reproduksi (kawin, beranak dan menyusui) dan aktivitas lain (mis:
menarik dan memikul beban, menarik bajak).
Usaha peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan karena
tingginya permintaan akan produk peternakan. Usaha peternakan juga
memberi keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan
bagi banyak masyarakat di perdesaaan
Kebanyakan masyarakat yang berada di pedesaan semuanya
menyatu dengan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian
secara luas karena memang itulah keahlian mereka yang dapat digunakan
untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak heran seorang petani selain
mengolah sawahnya, mereka juga memelihara ternak misalnya ternak
bebek, ayam kampung atau yang sering dikenal ayam buras, ada juga
yang memelihara domba, kambing, sapi ataupun kerbau.
Diklat Pengolahan & Pengawetan HPT
2
Dilain pihak krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia
sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan pelajaran yang sangat
berharga bagi kita semua, dimana betapa rapuhnya pondasi
perekonomian yang tidak dilandasi oleh potensi sumber daya lokal.
Sejauh ini kebijakan pemerintah yang lebih berorentasi pada sistem
pertanian konvensional di mana banyak mengandalkan input produksi
seperti pupuk anorganik ataupun pestisida dalam jumlah tinggi untuk
memacu target produksi. Dalam kenyataan hal tersebut justru telah
memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lahan pertanian yang
ada sehingga lambat laun akan menurunkan produktivitas pertanian dan
akibatnya akan berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.