“MEMBUAT TEMPAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK”

dc.contributor.authorEni Mulyanti, S.Pt, M.Si
dc.date.accessioned2026-09-15T01:51:59Z
dc.date.available2026-09-15T01:51:59Z
dc.date.issued2024-09-12
dc.descriptionHambatan utama dalam usaha peternakan adalah ketersediaan pakan berfluktuasi mengikuti musim; Pakan cukup, bahkan berlebihan selama musim hujan, namun sangat kekurangan selama kemarau. Akibatnya: ternak kehilangan berat selama kemarau, sehingga kenaikan berat pertahun masih rendah; Penggemukan memerlukan waktu lama; Kematian anak masih tinggi karena induk kekurangan pakan. Solusi yang perlu dilakukan anatara lain perbaikan pengelolaan pakan; memanfaatkan hijauan yang berlebihan pada musim hujan dengan melakukan pengawetan pakan untuk dimanfaatkan selama kemarau. Pakan yang diberikan pada ternak, pada dasarnya harus mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi (pertumbuhan, pertambahan berat), reproduksi (kawin, beranak dan menyusui) dan aktivitas lain (mis: menarik dan memikul beban, menarik bajak). Usaha peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan karena tingginya permintaan akan produk peternakan. Usaha peternakan juga memberi keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan bagi banyak masyarakat di perdesaaan Kebanyakan masyarakat yang berada di pedesaan semuanya menyatu dengan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian secara luas karena memang itulah keahlian mereka yang dapat digunakan untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak heran seorang petani selain mengolah sawahnya, mereka juga memelihara ternak misalnya ternak bebek, ayam kampung atau yang sering dikenal ayam buras, ada juga yang memelihara domba, kambing, sapi ataupun kerbau. Diklat Pengolahan & Pengawetan HPT 2 Dilain pihak krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, dimana betapa rapuhnya pondasi perekonomian yang tidak dilandasi oleh potensi sumber daya lokal. Sejauh ini kebijakan pemerintah yang lebih berorentasi pada sistem pertanian konvensional di mana banyak mengandalkan input produksi seperti pupuk anorganik ataupun pestisida dalam jumlah tinggi untuk memacu target produksi. Dalam kenyataan hal tersebut justru telah memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lahan pertanian yang ada sehingga lambat laun akan menurunkan produktivitas pertanian dan akibatnya akan berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
dc.description.abstractHambatan utama dalam usaha peternakan adalah ketersediaan pakan berfluktuasi mengikuti musim; Pakan cukup, bahkan berlebihan selama musim hujan, namun sangat kekurangan selama kemarau. Akibatnya: ternak kehilangan berat selama kemarau, sehingga kenaikan berat pertahun masih rendah; Penggemukan memerlukan waktu lama; Kematian anak masih tinggi karena induk kekurangan pakan. Solusi yang perlu dilakukan anatara lain perbaikan pengelolaan pakan; memanfaatkan hijauan yang berlebihan pada musim hujan dengan melakukan pengawetan pakan untuk dimanfaatkan selama kemarau. Pakan yang diberikan pada ternak, pada dasarnya harus mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi (pertumbuhan, pertambahan berat), reproduksi (kawin, beranak dan menyusui) dan aktivitas lain (mis: menarik dan memikul beban, menarik bajak). Usaha peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan karena tingginya permintaan akan produk peternakan. Usaha peternakan juga memberi keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan bagi banyak masyarakat di perdesaaan Kebanyakan masyarakat yang berada di pedesaan semuanya menyatu dengan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian secara luas karena memang itulah keahlian mereka yang dapat digunakan untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak heran seorang petani selain mengolah sawahnya, mereka juga memelihara ternak misalnya ternak bebek, ayam kampung atau yang sering dikenal ayam buras, ada juga yang memelihara domba, kambing, sapi ataupun kerbau. Diklat Pengolahan & Pengawetan HPT 2 Dilain pihak krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, dimana betapa rapuhnya pondasi perekonomian yang tidak dilandasi oleh potensi sumber daya lokal. Sejauh ini kebijakan pemerintah yang lebih berorentasi pada sistem pertanian konvensional di mana banyak mengandalkan input produksi seperti pupuk anorganik ataupun pestisida dalam jumlah tinggi untuk memacu target produksi. Dalam kenyataan hal tersebut justru telah memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lahan pertanian yang ada sehingga lambat laun akan menurunkan produktivitas pertanian dan akibatnya akan berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32344
dc.language.isoid
dc.title“MEMBUAT TEMPAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK”
dc.title.alternativePENGOLAHAN DAN PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. Bhn Ajar Membuat Tempat Pengawetan pakan Ternak.pdf
Size:
531.63 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections