Pengaruh Waktu, Cara Panen dan Pemberian GA3 terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Minyak Nilam 81-84
No Thumbnail Available
Date
2012-07-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil atsiri, dapat berproduksi hingga umur dua tahun, namun
produktivitasnya menurun pada tahun kedua. Waktu, cara panen dan pemberian hormon tumbuh dapat mempengaruhl
pertumbuhan, produksi terna dan minyak atsiri. Hormon tumbuh GA3 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman setelah
dipangkas, jumlah cabang sekunder, jumlah daun dan indek luas daun, sehingga produksi terna dan minyak atsiri lebih
tinggi dibanding yang tidak diberi hormon tumbuh GA3. Pada tahun ke dua, perlakuan interval waktu panen setiap dua
bulan menghasilkan produksi terna dan minyak atsiri lebih tinggi dibandingkan interval panen empat dan enam bulan. Hasil
penelitian lainnya, interval panen setiap tiga bulan menghasilkan terna kering (3,90 tha) dan minyak atsiri (75,23 kg/ha)
lebih tinggi dibandingkan dengan interval panen setiap 2,5 bulan dan 3,5 bulan. Sehingga interval panen tiga bulan adalah
yang terbaik dibandingkan interval panen 2,0; 2,5; 3,5, empat dan enam bulan. Panen dengan cara dipangkas 70% dari
bagian tanaman menghasilkan terna dan minyak atsiri lebih tinggi dibanding dengan cara dipangkas 50%.
Kata kunci: Nilam, Pogostemon cablin, cara panen, waktu panen, GA3, produksi, minyak atsiri.