Efisiensi Penggunaan Pupuk Anorganik pada Nilam 72-76
No Thumbnail Available
Date
2012-07-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pembudidayaan tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) memerlukan pupuk anorganik yang cukup tinggi, mengingat
hara yang terangkut dari dalam tanah cukup banyak untuk beberapa kali panen dalam satu kali penanaman, Pupuk organik
hasil pengkomposan limbah penyulingan nilam dan hljauan, serta pupuk hayati fungi mikoriza arbuskula (FMA), dapat
membantu perakaran meningkatkan kapasitas penyerapan unsur hara dan air. Pemanfaatan pupuk organik merupakan
alternatif untuk mengefisienkan penggunaan pupuk anorganik. Beberapa hasil penelitian pemupukan pada tanaman nilam
varletas Tapaktuan dan Sidikalang, menunjukkan bahwa penggunaan kompos limbah nilam dan hijauan serta FMA dapat
mengurangi kebutuhan pupuk anorganik NPK sampal 2 dosis darl pupuk NPK anjuran. Eksplorasi ke daerah sentra
pembudidayaan nilam yang mempunyai tingkat kesuburan lahan yang rendah merupakan kegiatan awal untuk mendapatkan
varietas nilam hemat pupuk. Hasil eksplorasi di lima propinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Barat,
Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah, mendapatkan 15 aksesi nilam yaitu ATG1, ATG2, GYL, DRI, PKB, PSM1,
PSM2, PSB, GR1, GR3, GR4, BNY, PWK, BRS, dan CLP. Hasil evaluasi awal di rumah kaca terhadap respon ke lima belas
aksesi nilam tersebut terhadap pengurangan dosis pupuk NPK sebesar 25-75% dan didapatkan enam aksesi yang relatf
stabil produksinya.
Kata kunci: Nilam, Pogostemon cablin, pupuk anorganik, efisiensi.