Plasma Nutfah Tanaman Nilam 21-25

No Thumbnail Available
Date
2012-07-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Koleksi plasma nutfah nilam memliki keragaman yang relatif sempit. Tanaman nilam pada umumnya diperbanyak dengan setek pucuk atau batang, karena tidak menghasilkan biji. Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) berasal dari Filipina dan ditanam di Jawa sejak tahun 1895, kemudian menyebar ke Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah dan daerah lainnya di Indonesia. Nilam Jawa (Pogostemon heyneanus Benth) berasal dari India tumbuh secara liar di Sumatera dan Jawa. Nilam Jawa atau nilam kembang jarang dibudidayakan, karena kadar minyak atsirinya yang rendah. Jumlah koleksi nilam pada tahun 1988 sebanyak 65 aksesi, pada tahun 2009 sebanyak 81 aksesi yang berasal dari hasil eksplorasi maupun dari perbanyakan somaklonal. Pemanfaatan koleksi plasma nutfah nilam sebagai bahan dasar penelitian yang dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan tanaman dengan jalan menyeleksi serta merakit varietas unggul baru. Karakterisasi dan evaluasi terhadap 65 aksesi nilam berdasarkan karakter morfologi dan rendemen minyak atsiri (kadar minyak) terpilih 8 nomor harapan yaitu : Cisaroni, Cirateun, Lhokseumawe, Meulaboh, Tapak Tuan, Sidikalang, Aceh Merah, dan Somaklon. Kata kunci: Pogostemon cablin, nilam, plasma nutfah, karakterisasi, evaluasi.
Description
Keywords
Citation