Pengendalian Hama Penggerek Batang dan Hama Utama Kedelai
Loading...
Date
2022
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Abstract
Perubahan iklim global memicu dinamika populasi hama hingga meningkatkan status penggerek batang (Melanogromyza sojae) dan kutu kebul (Bemisia tabaci) menjadi hama utama pada kedelai. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan rakitan teknologi pengendalian terpadu yang memadukan penggunaan varietas toleran (Dena 1), perlakuan benih dengan insektisida berbahan aktif tiametoksam (3 ml/kg benih), serta aplikasi biopestisida berbasis ekstrak serbuk biji mimba (SBM), entomovirus Sl-NPV (VIRGRA), dan entomopatogen Beauveria bassiana (Be-Bas). Kombinasi strategi ini terbukti efektif menurunkan intensitas serangan penggerek batang hingga 42,1% pada umur 28 HST, menekan populasi kutu kebul (hanya 18 ekor pada perangkap kuning umur 40 HST), serta mengendalikan serangan ulat grayak dan hama polong tanpa menimbulkan kerusakan biji yang nyata. Penerapan kombinasi pengendalian ini menghasilkan biji kedelai sebesar 2,2 t/ha setara dengan biopestisida terjadwal dan berada di atas rerata hasil varietas Dena 1 sekaligus menawarkan keunggulan berupa penurunan penggunaan pestisida kimia, ketersediaan residu yang aman, serta sifat ramah lingkungan.
Description
Keywords
H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H10 Pests of plants/Hama tanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih