Persepsi Petani dalam Pengembangan Jeruk di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu

Loading...
Thumbnail Image
Date
2014-11-04
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Untuk mewujudkan peningkatan produksi jeruk dan pendapatan petani jeruk, pada tahun 2013 BPTP Bengkulu melaksanakan kegiatan Model Pengembangan Pertanian Perdesaan berbasis Inovasi (m-P3MI) Jeruk dan kajian metode diseminasi yang efektif mendukung budi daya jeruk. Untuk mempercepat perderasan inovasi diperlukan informasi tentang pemahaman petani dan persepsi petani tentang jeruk yang dikembangkan serta perubahan perilaku petani. Pengembangan kawasan agribisnis jeruk di Kabupaten Lebong tentunya perlu didukung oleh peranan pemangku kepentingan dan petani jeruk, serta metode diseminasi yang tepat. Permasalahannya adalah sejauh mana persepsi petani jeruk terhadap pengembangan usahatani jeruk RGL, sementara budi daya jeruk belum banyak dipahami oleh petani. Persepsi tersebut dibutuhkan sebagai langkah awal dalam pengembangan kawasan agribisnis jeruk di Kabupaten Lebong. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat persepsi petani terhadap pengembangan usahatani Jeruk di Kabupaten Lebong dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani mengusahakan jeruk. Metode pengkajian melalui survei dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2013 terhadap 40 petani jeruk di Desa Rimbo Pengadang. Analisis data menggunakan interval kelas dan regresi logit. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat 54,01% petani yang memiliki persepsi baik terhadap rencana pengembangan jeruk di Kabupaten Lebong sementara 45,99% sisanya mempunyai persepsi kurang baik. Faktor yang mempengaruhi persepsi petani untuk mengembangkan jeruk adalah jumlah tanggungan keluarga dan ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga.
Description
Keywords
Citation