Strategi Konservasi Tanah Dalan Sistim Pertanian Organik Tanpa Olah Tanah 272-278
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Kaidah konservasi tanah diunggulkan untuk mengurangi penurunan kualitas tanah, sehingga produktivitas tanah dapat
dipertahankan atau ditingkatkan. Praktek konservasi tanah umumnya dapat mengurangi kecepatan aliran permukaan
dan erosi tanah serta, meningkatkan kadar bahan organik tanah. Tantangan bagi produsen adalah untuk menemukan
dan menerapkan system konservasi tanah yang sesuai dengan komoditas dan spesifik lokasi. Disamping itu tantangan
yang besar untuk pertanian organik adalah tanpa penggunaan herbisida, sehingga gulma tumbuh dengan bebas.
Dalam tulisan ini dibahas teknik konservasi tanah dalam mendukung sistim pertanian organik. Erosi tanah yang
disebabkan oleh air hujan bukan hanya mengangkut partikel-partikel tanah saja, tetapi juga mengangkut hara
tanaman dan bahan organik yang berasal dari dalam tanah maupun dari input pertanian. Hal ini menyebabkan kualitas
lahan menjadi turun dan produktivitas tanaman rendah. Pengolahan konservasi tanah masih kurang popular dan
belum banyak diterima secara luas di masyarakat petani organik, karena perlakuan pengolahan tanah tersebut masih
dianggap untuk mengendalikan gulma. Namun pengolahan konservasi tanah memiliki tujuan jauh kedepan yaitu untuk
mempertahankan kelembaban tanah dan mengurangi erosi tanah dengan cara menutup sepertiga lahan dengan
pengmbalian sisa tanaman. Untuk itu petani organik didorong untuk mengadopsi pengolahan konservasi tanah untuk
mempertahankan kualitas, kesuburan tanah dan mencegah degradasi tanah serta pemadatan tanah. Manfaat dari
pengolahan konservasi tanah dalam pertanian organik selain berkurangnya erosi, juga makroporositas menjadi lebih
besar pada permukaan tanah. Kelemahan pengolahan konservasi tanah dalam pertanian organik adalah tekanan yang
lebih besar dari gulma rumput pada daerah dengan curah hujan tinggi. Pendekatan inovatif untuk strategi pengolahan
konservasi tanah, seperti mulsa abadi, kontrol mekanik tanaman penutup, dan pengolahan rotasi tanaman merupakan
perlakuan yang dapat diterapkan secara bersama-sama dengan pengolahan minimum. Pengolahan tanah minimum
dan pengolahan tanah dengan mulsa jerami sangat efektif dalam mengurangi aliran permukaan dan erosi tanah
dibandingkan dengan pengolahan tanah konvensional.
Kata kunci: mulsa, rotasi tanaman, tanpa olah tanah, pertanian organik