Keefektivan Pupuk Hayati EBSY terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisin (Brasicca sp.) 255-262
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan
semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Salah satu cara meningkatkan pertumbuhan
dan produksi pertanian adalah pemanfaatan mikroba melalui inovasi teknologi yang disebut dengan pupuk hayati.
Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan pupuk hayati EBSY terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim.
Metode penelitian yaitu Pengujian Pupuk Hayati EBSY yang dilaksanakan di Rumah Kaca Balittanah Bogor. Sebagai
tanaman indikator tanaman caisim berumur dua minggu, yang terlebih dahulu disemai. Rancangan Percobaan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap 10 perlakuan dengan enam ulangan. Hasil penelitian pupuk hayati EBSY
mengandung mikroba dan jumlah populasi yaitu: Azospirillum sp. 2,4 x 10 CFU ml¹, Azotobacter sp. 4,9 x 10 CFU
ml¹, Bacillus sp.1,0 x 10 CFU ml¹, Saccaromyces sp. 1,6 x 105 CFU ml¹, dan tidak mengandung logam berat serta tidak
pathogen. Pupuk hayati EBSY dapat meningkatkan hasil tanaman caisim lebih tinggi dari pemupukan NPK rekomendasi
sebesar 70,39 g pot¹ dengan nilai RAE 107,7%, Kombinasi pupuk hayati EBSY dengan NPK rekomendasi memberikan
hasil tertinggi terhadap hasil tanaman caisim dengan bobot segar tanaman sebesar 139,10 g pot¹ dan nilai RAE
386,22%. Perlakuan kombinasi EBSY dengan NPK rekomendasi dapat mengurangi pemakaian NPK rekomendasi
sebesar 25-75%, yaitu 62,5-187,5 kg-¹ Urea, 12,5-37,5 kg ha¹, ZA, 25-75 kg ha¹, Superfos' 25-75 kg ha¹, KCI
ditunjukkan oleh perlakuan kombinasi EBSY + 1/4-3/4 NPK rekomendasi.
Kata kunci: caisim, pupuk hayati, pupuk anoganik, pertumbuhan, produksi