Efektifitas Bakteri Pelarut Fosfat Asal Tanah Ultisol Lebak Banten terhadap Pertumbuhan Kedelai (Glycine max L.) 249-254
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Mikroba pelarut fosfat menghasilkan asam-asam organik yang mampu melarutkan P yang terikat di dalam tanah
menjadi P tersedia untuk tanaman. Penggunaan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) sebagai agen hayati tanah, menjadi salah
satu cara untuk mengatasi masalah ketersediaan P bagi tanaman. Beberapa BPF telah diperoleh dari isolasi tanah
ultisol Kentrong, Lebak Banten, yaitu P34, P24, P141, P75, P35, P44, P15, PMLG 244, dan PMLG 452. Penelitian
dilakukan sejak Juli sampai Agustus 2011 di Growth Room, Kelompok Peneliti Biologi dan Kesehatan Tanah, Balai
Penelitian Tanah, Bogor. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan isolat BPF yang efektif dalam meningkatkan
pertumbuhan tanaman kedęlai (Glycine max L.) di Growth Room. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu
Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga ulangan dengan faktor tunggal jenis isolat yang diperoleh. Variabel respon diamati
selama 15 Hari Setelah Tanam (HST) meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, bobot kering tanaman,
jumlah dan panjang akar. Tidak semua variabel respon menunjukkan beda nyata antar perlakuan, namun, pada
pengamatan tinggi dan jumlah daun tanaman kedelai pada umur 15 HST menunjukkan bahwa inokulasi isolat P15
memberikan nilai tertinggi dibandingkan kontrol, yaitu 25,5 cm dan 5 helai daun. Inokulasi isolat P24 memberikan
respon terbaik pada pertumbuhan tanaman kedelai dibanding perlakuan isolat lainnya.
Kata kunci: Efektifitas, bakteri pelarut fosfat (BPF), ultisol, kedelai