Tantangan Pertanian Ramah Lingkungan Akibat Penggunaan Bahan Agrokimia 181-188
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pertanian organik adalah salah satu sistem usahatani yang ramah lingkungan. Produk pangan organik memiliki pangsa
pasar yang khusus. Namun demikian, untuk mengejar target ketahanan pangan, pertanian konvensional dengan input
agrokimia masih menjadi andalan di Indonesia. Bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida merupakan input
teknologi yang sangat dibutuhkan dalam praktek pertanian konvensional. Ketergantungan sistem pertanian terhadap
pupuk dan pestisida tersebut sangat tinggi sehingga resiko pencemaran dan degradasi lahan menjadi masalah yang
kompleks dan berdampak negatif terhadap tanaman, hewan, manusia serta lingkungan. Penggunaan pupuk
berlebihan seperti pupuk N akan mencemari air tanah dan air sungai yang menyebabkan eutrofikasi danau dan waduk.
Penggunaan pupuk P berasal dari batuan fqsfat alam juga berpotensi mengakumulasi logam berat dalam tanah.
Penggunaan pestisida saat ini sangat banyak variasinya, hingga tahun 2012 sudah tercatat sebanyak 2,475 jenis
pestisida beredar di Indonesia. Residu pestisida yang relatif sulit diuraikan terakumulasi dalam tanah dan masuk ke
dalam rantai makanan. Makalah ini mengkaji hasil-hasil penelitian penggunaan bahan agrokimia terutama pupuk dan
pestisida dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi pupuk N yang rendah (kurang
dari 50%) menyebabkan banyak N yang hilang akibat pemupukan. Sumber cemaran N tidak hanya berasal dari sektor
pertanian tetapi juga dari industri. Rata-rata kandungan nitrat dan fosfat di air waduk (Jatiluhur, Cirata dan Saguling)
berturut-turut adalah 1,8 mg L¹ dan 0,6 mg L¹. Kandungan logam berat dalam batuan fosfat alam dilaporkan sangat
bervariasi untuk Zn berkisar 57-1.010 mg kg¹, Arsenic (kurang dari 2-23 mg kg¹), Cadmium (2-100 mg kg¹) dan
Uranium (64-153 mg kg¹). Kelebihan penggunaan pupuk, kontribusi N dan P dari industri serta akumulasi residu
pestisida yang masuk ke rantai makanan menjadi tantangan pertanian ke depan menuju pertanian ramah lingkungan.
Kata kunci: pertanian ramah lingkungan, pertanian organik, agrokimia, pupuk, pestisida