Pemanfaatan Hasil Pekarangan dalam Mendukung Pertanian Organik
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Hingga tahun 2014, Badan Litbang Pertanian masih menjalankan optimalisasi pekarangan melalui program M-KRPL
(model kawasan rumah pangan lestari). Pertanian organik di Indonesia terbagi menjadi tiga (3) versi, yaitu LEISA (Low
External Input Sustainable Agriculture), pertanian non-pestisida, dan pertanian organik seutuhnya. Sedangkan,
optimalisasi pekarangan yang dilakukan saat ini telah dikelola menurut versi LEISA. Hasil pekarangan yang banyak
ditemui salah satunya adalah buah tomat. Tujuan pengkajian ini adalah mengkaji kandungan nutrisi buah tomat pada
tiga tingkat kematangan yang paling berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan manisan. Hasil analisa
laboratorium tersebut kemudian dianalisa secara statistik menggunakan metode One Way Anova, dilanjutkan uji
Duncan. Kandungan nutrisi tersebut mencakup : kadar air (>93%), kadar abu (>0,38%), protein (>0,63%), lemak
(>0,19%), serat kasar (>1,99%), karbohidrat (>1,30%), energi (>10,30 cal/100 g), gula total (>1,17%), vitamin C (>31,07
mg/100 g), betakaroten (>2023.83 mg/100 g). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa buah tomat dengan tingkat
kematangan sedang paling berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan manisan tomat.
Kata kunci: KRPL, pekarangan, tomat, tingkat kematangan