Peran PHT, Pertanian Organik dan Buospestisida Menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan 25-34

No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pembangunan pertanian sampai saat ini masih menghadapi masalah antara lain pencemaran lingkungan, rendahnya kualitas bahan tanaman, rendahnya produktivitas tanaman, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan residu pestisida pada produk pertanian. Mengatasi masalah tersebut pemerintah sudah melaksanakan pengendalian hama terpadu (PHT), dengan menerapkan komponen PHT yaitu Kultur teknis, Mekanik-fisik, Biologis dan Kimiawi. PHт berdasarkan konsep pemikiran ekologi, penerapan komponen PHT secara terpadu untuk menjaga keseimbangan alam. Konsep PHT, sejalan dengan konsep pertanian organik, penggunaan biopestisida yang merupakan konsep pertanian ramah lingkungan, dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan-bahan alami, sehingga proses produksi tidak boleh menggunakan kimia sintetis, agar diperoleh produk pertanian organik dan mampu mempertahankan kualitas lingkungan. Penggunaan pestisida sintetis dalam mewujudkan pertanian berwawasan lingkungan, seyogyanya dihindari, dan dapat diganti dengan biopestisida yaitu pestisida botani yang berasal dari tumbuhan dan pestisida zoologi yang berasal dari virus, bakteri atau jamur. Biopestisida relatif aman, sehingga akan mengurangi pencemaran udara dan bebas dari residu yang membahayakan konsumen. Biopestisida merupakan salah satu komponen utama PHT dalam pertanian organik. Indikator pertanian berkelanjutan adalah tidak menurunnya kualitas lingkungan, terpeliharanya populasi keragaman hayati dan tidak menunjukkan adanya residu pada tanah dan air. PHT, Pertanian organik dan biopestisida meminimalkan residu pestisida pada tanah dan air, meningkatkan kesuburan tanah, menjaga dan meningkatkan keragaman hayati serta aman terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan pertanian berwawasan lingkungan sangat ditentukan oleh dukungan berbagai pihak antara lain kebijakan dan kemauan pemerintah, petani, dan para ilmuwan melalui penelitian, pengkajian, penyuluhan, pelatihan dan sosialisasi, serta pelaku usaha di sektor hilir yang memberikan apresiasi yang seimbang terhadap upaya produksi produk organik di sektor hulu.
Description
Keywords
Citation