Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pakan Secara Berkelompok

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Pemenuhan kebutuhan hijauan pakan pada usaha ternak sapi perah diperlukan karena akan berdampak langsung pada produksi susu. Persoalan pakan sapi perah pada umumnya meliputi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas pasokan, utamanya penyediaan hijauan pakan pada musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan dapat diterapkan dengan teknologi pakan lengkap. Kendala pembuatan pakan lengkap adalah keterbatasan pengetahuan peternak, memerlukan peralatan tertentu, dan kontinyuitas bahan baku yang pada akhirnya diperlukan modal yang cukup besar. Pengkajian dilakukan untuk menginisiasi Kelompok Ternak 28 Sukamenak dalam membuat usaha pakan secara berkelompok. Pengkajian dilakukan dengan metode on-farm participatory research dengan menginventarisasi semua limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Hasil kajian menunjukan pembuatan pakan lengkap yang dilakukan secara berkelompok dapat menghasilkan harga pakan yang lebih efisien karena efisiensi waktu pengadaan pakan dan dalam pengadaan bahan pakan limbah jagung sebagai bahan pokok pakan lengkap.
Description
Perkembangan populasi sapi perah di Jawa Barat cenderung menurun dari tahun ke tahun, seperti halnya di Kabupaten Bandung yang menurun dari 18.000 ekor pada tahun 2012 menjadi 14.000 ekor pada tahun 2013 (Dinas Peternakan Jawa Barat 2014). Hal ini terjadi karena harga daging yang tinggi, kesulitan memperoleh hijauan pakan ternak, dan semakin meningkatnya harga konsentrat, serta tidak diimbangi dengan kenaikan harga susu sapi. Kondisi demikian menyebabkan peternak memilih menjual sapi perah daripada memeliharanya. Kenaikan harga konsentrat yang mengikuti nilai dolar dan kesulitan memperoleh hijauan pakan terutama di musim kemarau menyebabkan pemberian pakan dibatasi yang pada akhirnya menurunkan produksi susu. Kabupaten Bandung sebagai sentra usaha ternak sapi perah di Jawa Barat mengalami penurunan populasi sejak tahun 2012. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena usaha ternak sapi perah di Kabupaten Bandung telah memiliki lembaga pendukung koperasi susu yang memberikan pelayanan input usaha ternak dan menampung hasil pemerahan susu peternak. Salah satu input usaha ternak dari koperasi susu adalah konsentrat. Produk konsentrat yang dikeluarkan oleh koperasi susu harus memenuhi standar baku. Hasil pemeriksaan terhadap beberapa konsentrat yang beredar di masyarakat menunjukkan nilai TDN kurang dari 55% dan protein kasar di bawah 13%. Hal ini bisa menyebabkan produksi susu menjadi rendah, bahkan untuk kebutuhan pokok saja tidak tercukupi (Bamualim et al. 2009).
Keywords
J Handling, transport, storage, and protection of agricultural products/ Penanganan, trasnpor, penyimpanan dan perlindungan hasil pertanian, Q Food science/Ilmu Pangan::Q80 Packaging/Pengepakan Produk Industri Hasil Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan
Citation