Ragam Sumber Pendapatan Rumah Tangga di Pedesaan Jawa Timur

Loading...
Thumbnail Image
Date
1985-02-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian Agro-Ekonomi
Abstract
Ketimpangan penyebaran penduduk di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang dihuni lebih dari 60 persen populasi nasional dengan kepadatan mencapai 690 orang per kilometer persegi, sehingga berdampak pada semakin langkanya aset tanah pertanian. Kelompok rumah tangga berpendapatan rendah umumnya diidentifikasi sebagai kelompok gurem atau tidak memiliki tanah, sehingga pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan—seperti perkreditan dan pelatihan keterampilan—untuk mengurangi ketergantungan mereka pada lahan. Di sisi lain, peran sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja terus menurun jika dibandingkan dengan sektor lain, yang mengindikasikan semakin besarnya kontribusi sektor non-pertanian terhadap pendapatan masyarakat pedesaan. Kondisi ini menegaskan bahwa tingkat pendapatan dan produktivitas tenaga kerja tidak lagi bisa diukur semata-mata dari penguasaan lahan, melainkan juga dipengaruhi oleh penguasaan modal, keterampilan, serta potensi spesifik daerah dan tipe iklimnya. Di daerah yang didominasi lahan sawah subur, sektor pertanian pangan masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar berkat produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi. Sebaliknya, daerah lahan kering lebih bergantung pada komoditas yang minim kebutuhan air. Oleh karena itu, evaluasi pendapatan rumah tangga pedesaan perlu melihat ragam sumber pendapatan serta variasi potensi wilayah secara lebih komprehensif.
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan
Citation