Model Inovasi Kelembagaan Petani Lahan Pasir Pantai di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta
Loading...
Date
2015-11-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Lahan pasir pantai di Kabupaten Kulon Progo pada awalnya dianggap lahan marjinal yang tidak mampu menyejahterakan petani yang tinggal di wilayah tersebut. Pada kenyataannya, lahan tersebut dapat menghasilkan produksi dari komoditas bernilai ekonomis seperti cabe, semangka, dan lain-lain. Proses penemuan teknologi pada usaha tani cabe mengubah keadaan sosial ekonomi masyarakat lahan pasir pantai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejarah penemuan, penerapan, dan perkembangan inovasi teknologi pada usaha tani cabe di lahan pasir pantai serta inovasi kelembagaan yang muncul setelah adanya inovasi teknologi pada usaha tani cabe. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi tahapan penemuan, penerapan, dan perkembangan inovasi teknologi pada usaha tani cabe di lahan pasir pantai. Penghitungan usaha tani cabe dilakukan dengan stratified random sampling pada 60 orang petani. Eksplorasi dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap informan dan focus group discussion dengan tokoh masyarakat dan pengurus kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pasir pantai dimulai setelah adanya penemuan inovasi teknologi untuk mendapatkan air tawar dengan cara membuat sumur bronjong (anyaman bambu), adanya penemuan inovasi sumur bis, dan sumur pantek (pipa). Untuk meningkatkan produksi dan kualitas cabe, inovasi penggunaan benih hibrida yang menggantikan benih lokal mampu menarik pedagang cabe untuk membeli hasil produksinya. Penelitian ini menyarankan bahwa keberlanjutan penggunaan teknologi inovasi ini tidak bisa dilepaskan dari peran inovasi kelembagaan yang dibentuk oleh petani lahan pasir pantai. Kelembagaan yang muncul guna mendukung keberhasilan usaha tani petani, yaitu mantapnya kelembagaan kelompok tani yang bersinergi dengan organisasi sosial dengan memfungsikan peran RT. Inovasi kelembagaan yang muncul melalui kelompok tani adalah kelembagaan konsolidasi lahan, kelembagaan tanam cabe serempak, kelembagaan akses benih hibrida kolektif, dan kelembagaan pasar lelang cabe.
Description
Lahan pasir pantai dianggap sebagai lahan marjinal yang tidak mampu menghasilkan produk pertanian. Sebelum tahun 1942, petani memanfaatkan lahan tersebut hanya sebatas pada pemanfaatan saat musim hujan dengan menggunakan pertanian tadah hujan. Komoditas yang dibudidayakan oleh petani juga hanya terbatas pada tanaman dengan nilai ekonomi yang rendah, seperti ketela, kacang tanah, dan jagung lokal. Produksi dari komoditas tersebut digunakan sebagai
penyambung hidup untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hasil produksi dari lahan pasir pantai belum mampu menyejahterakan masyarakat, hal ini menyebabkan kemiskinan tampak dalam struktur masyarakat tersebut. Malnutrisi menjadi hal yang biasa dijumpai di masyarakat. Penyakit musiman seperti sakit mata menjadi endemik pada saat angin laut menghembus ke daratan dan menerjang gumuk pasir di wilayah pesisir.
Pemanfaatan lahan pasir pantai di bidang pertanian sampai dengan tahun 1980-an tidak mengalami perubahan baik dari sisi komoditas yang dibudidayakan maupun dari sisi teknologi yang digunakan. Menurut Shiddieq (2007), tingginya intensitas cahaya mengakibatkan mudahnya evapotranspirasi tanaman yang dibudidayakan, tidak diimbangi dengan adanya teknologi inovasi yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, petani masih meyakini bahwa lahan pasir pantai tidak bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Di sisi lain, beberapa petani yang berdomisili di sekitar lahan pasir pantai dan memiliki lahan sawah mempunyai penghidupan yang lebih baik karena usaha tani sawah dengan sistem pergiliran antara padi dan cabe tersebut mengantarkan petani mendapatkan pendapatan yang lebih baik (Raya 2015).
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani, A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum