Umpan Balik Inovasi Teknologi dan Peningkatan Pendapatan Petani pada Kegiatan M-P3MI di Desa Ogoamas I, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
Loading...
Date
2015-11-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Teknologi dari Badan Litbang Pertanian terbukti mendorong perkembangan usaha dan sistem agribisnis pertanian, namun terjadinya perlambatan penyampaian teknologi tersebut menyebabkan dibutuhkannya metode delivery yang lebih baik. Spektrum Diseminasi Multi Channel (SDMC) yang menggunakan berbagai saluran komunikasi kepada stakeholders terkait bertujuan untuk mempercepat proses penyampaian, meningkatkan adopsi, dan menjaring umpan balik teknologi, serta meningkatan pendapatan bagi petani. Kajian dilakukan setelah proses transfer teknologi dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam. Jumlah responden sebanyak 29 orang petani yang terdiri atas petani kooperator sebanyak 12 orang dan nonkooperator sebanyak 17 orang. Selain itu, juga dilakukan diskusi kelompok terarah (focus group discussion) untuk mengetahui permasalahan petani selama melaksanakan display teknologi, data perolehan/hasil, pembiayaan, dan pengamatan partisipasi (participant observation) terhadap komponen teknologi berbasis PTT padi sawah. Analisis yang dilakukan terdiri atas respons teknologi sebagai umpan balik teknologi dan analisis perbandingan keuntungan dan biaya setelah inovasi (MBCR). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa respons teknologi sangat baik dari paket teknologi yang diperkenalkan, seperti penggunaan benih bersertifikat/baru, pengaturan jajar legowo 2 : 1 dan penggunaan atabela, pemupukan berimbang sesuai PUTS, pengendalian OPT, dan perbaikan persemaian. Komponen teknologi yang direspons cukup baik, yaitu varietas unggul baru, penanaman sesuai jalur/musim yang tepat, pengairan berselang, penyiangan, dan panen tepat waktu. Pemberian kompos/pupuk kandang masih kurang direspons oleh petani. Perhitungan pendapatan meningkat sebesar Rp2.429.932 dengan MBCR sebesar 0,12.
Description
Sejumlah teknologi Badan Litbang Pertanian telah digunakan secara luas dan terbukti menjadi tenaga pendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha dan sistem agribisnis berbagai komoditas pertanian. Namun demikian, dari evaluasi eksternal maupun internal menunjukkan bahwa kecepatan dan tingkat pemanfaatan inovasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian cenderung melambat (Simatupang 2004). Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun 2011 Badan Litbang Pertanian mengembangkan diseminasi dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait (multichannel), yang bertujuan untuk membuktikan dan meyakinkan masyarakat bahwa teknologi yang diperkenalkan oleh Badan Litbang Pertanian tepat guna dan memiliki keunggulan sehingga masyarakat mau mengadopsinya melalui percepatan arus dan perluasan diseminasi inovasi.
Menurut Sadono (2009), pola komunikasi yang dikembangkan dalam penyuluhan pertanian di Indonesia mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sejalan dengan perkembangan pemahaman pemerintah atau peneliti, kemajuan yang dialami oleh petani, dan tuntutan demokratisasi di berbagai bidang maka pola komunikasi yang partisipatif dan dialogis diharapkan akan lebih mampu memenuhi kebutuhan petani.
Keywords
pengetahuan petani, motivasi petani, sikap petani