Otonomi Daerah dan Daya Saing Agribisnis: Pelajaran dari Provinsi Lampung

Loading...
Thumbnail Image
Date
2003-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian
Abstract
Makalah ini membahas analisis kebijaksanaan pembangunan pertanian dengan fokus pada aspek kelembagaan. Dikaitkan dengan peradaban ekonomi pasar bebas, penilaian bahwa daya saing agribisnis belum menunjukkan perkembangan yang berarti haruslah diterima sebagai kenyataan. Sejak akhir dekade delapan puluhan, berbagai pendekatan teknik dan ekonomi telah dibuat untuk memecahkan permasalahan daya saing agribisnis, namun hasilnya tetaplah belum menggembirakan. Dahulu wilayah keputusan politik, misalnya pemberlakuan otonomi atau desentralisasi pemerintahan, dalam pembangunan pertanian dianggap sebagai peubah eksogen atau faktor eksternal. Oleh sebab itu, wilayah politik ini seringkali dijadikan “kambing hitam” untuk menjelaskan mengapa daya saing agribisnis tidak kunjung membaik secara signifikan. Hingga sekarang pun mengubah orientasi politik pembangunan bukanlah wewenang dari Departemen Pertanian. Namun demikian, dalam kaitannya dengan upaya mengobati “virus daya saing agribisnis” yang rendah, para peneliti perlu melakukan kajian secara kritis tentang hal tersebut. Tujuannya paling tidak bisa memberikan masukan bagi perumus kebijakan tentang hal-hal yang menghambat upaya peningkatan daya saing produk agribisnis di pasaran domestik maupun dunia. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v1n2.2003.1-15
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian
Citation