Respon Tiga Klon Kumis Kucing (Orthosipon aristatus) Terhadap Mikoriza Arbuskula ; buletin litro vol xvi no 1, 2005 hlmn ; 17-26

No Thumbnail Available
Date
2005-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon 3 klon kumis kucing (Orthosipon aristatus) terhadap mikoriza arbuskula (MA) tunggal maupun campuran telah dilakukan selama 5 bulan (Maret - Juli 2004) di rumah kaca dan laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap disusun secara faktorial, dengan 3 ulangan, dan 2 faktor. Faktor I adalah klon tanaman kumis kucing yaitu: kumis kucing berbunga putih, berbunga ungu dan berbunga putih keunguan, sedangkan faktor II adalah inokulasi MA (300 spora/ tanaman), yaitu: tanpa MA, Glomus agregatum, MAc-1 (campuran Acaulospora sp. dan Glomus sp.), serta MAc-2 (campuran 8 jenis MA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon kumis kucing berpengaruh nyata terhadap pertambahan pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan cabang), bobot segar batang, bobot kering daun dan akar, serta Index Luas Daun (ILD). Kumis kucing berbunga putih memiliki tinggi tanaman, jumlah daun dan cabang, bobot segar dan kering daun, batang dan akar tertinggi dibandingkan kedua klon lainnya. ILD terbesar dimiliki oleh jenis kumis kucing berbunga putih keunguan. Penggunaan MA nyata pengaruhnya terhadap pertambahan pertumbuhan tanaman, bobot segar daun, bobot kering batang dan daun, serta ILD. Klon berbunga putih mempunyai respon yang terbaik terhadap inokulasi MA (bobot segar daun dan serapan P meningkat sebesar 41,1% sampai 89,59%, dan 48,9% sampai 109,2%). Inokulasi Glomus agregatum menghasilkan pertambahan tinggi, jumlah daun dan cabang, bobot kering daun dan batang, serta luas permukaan daun tertinggi pada ketiga klon kumis kucing dibandingkan perlakuan MA lainnya. Kata kunci: Orthosipon aristatus, klon, mikoriza arbuskula, pertumbuhan, produksi
Description
Keywords
Citation