Analisis Kelayakan Usahatani Kumis Kucing (Orthosiphon grandiflarus) di Kabupaten Sukabumi ; buletin litro vol xvi no 2, 2005 hlmn ; 91-102

No Thumbnail Available
Date
2005-01-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Penelitian mengenai analisis kelayakan usahatani kumis kucing (Orthosiphon grandiflarus) telah dilakukan di Kampung Cirendeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada bulan Maret sampai April 2004. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani, besar pendapatan petani dan harga minimum yang harus derima oleh petani dari usahatani kumis kucing serta titik impas (BEP). Penelitian dilakukan dengan metode survey. Kampung Cirendeu Desa Girijaya sebagai lokasi penelitian dipilih secara sengaja karena merupakan sentra produksi kumis kucing. Petani responden ditentukan secara acak saderhana sebanyak tiga puluh (30) orang. Besarnya pendapatan petani dari usahatani kumis kucing dianalisis dengan analisis pendapatan, sedangkan kelayakan usahatani dianalisis melalui pendekatan analisis Benefit Cost Ratio (B/C), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Dari hasil analisis diketahui, bahwa besar pendapatan petani dari usahatani kumis kucing, yaitu sebesar Rp. 16.198.757,-/ha/2 tahun atau Rp. 674.948,-/bulan. Sedangkan kelayakan usahatani kumis kucing sampai habis panen (umur 2 tahun), untuk tingkat bunga 15% nilai B/C ratio 3,14, NPV = Rp. 16.198.757,- dan IRR = 52%. Ini berati, bahwa usahatani kumis kucing di Kampung Cirendeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi menguntungkan dan layak untuk dikem- bangkan sedangkan kendala pengembangan yang dihadapi oleh petani, yaitu keter- batasan modal dan sempitnya luas lahan yang dimiliki. Hasil ini penelitian diharapkan akan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan tanaman kumis kucing selanjutnya. Kata kunci: Orthosiphon grandiflarus, kelayakan usahatani
Description
Keywords
Citation