Aplikasi Model Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Cengkeh ( Syzigium Aromaticum) ; buletin litro vol xviii no 2, 2007 hlmn ; 149-158

No Thumbnail Available
Date
2007-01-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Penelitian bertujuan untuk 1) menda- patkan dosis pupuk anjuran berdasarkan hasil analisa tanah dan daun untuk 3 sentra produksi cengkeh (Jawa Barat, Jawa Timur dan Sula- wesi Utara), dan 2) menguji kehandalan model matematis pemupukan berimbang. Kegiatan di- awali dengan mengoleksi dan menganalisa sampel tanah dan daun dari pertanaman ceng- keh di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Hasil analisa kemudian dimasukkan kedalam model matematis sehingga diperoleh dosis pupuk anjuran untuk masing-masing lo- kasi. Untuk menguji kehandalan model maka, pupuk anjuran diuji di lapangan (Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) dengan cara memban- dingkan dosis pupuk NPKMg hasil perhitungan model dengan dosis anjuran umum dan tanpa pemupukan, terhadap pertumbuhan dan pro- duksi cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Model matematis DA (dosis anjuran) = (KD x KT x DAU) + DAU dapat di- gunakan untuk menetapkan dosis pupuk anjur- an untuk tanaman cengkeh, (2) Hasil perhi- tungan gan model menunjukkan bahwa untuk da- erah Cianjur dosis pupuk Urea sama dengan dosis anjuran umum yaitu 8.577 g/pohon, KCI lebih tinggi sebesar 84 g/pohon dan SP-36 serta Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 42 dan 158 g/pohon. Untuk daerah Sukabumi dosis pupuk Urea dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 7,433 dan 19 g/pohon, SP-36 dan KCl lebih tinggi berturut-turut se- besar 19.027 dan 47 g/pohon. Untuk daerah Pacitan, dosis pupuk Urea, SP-36 dan KCI lebih rendah berturut-turut sebesar 279, 3 dan 7 g/pohon serta Kieserit lebih tinggi sebesar 11 g/pohon. Untuk daerah Banyuwangi dosis pupuk Urea, SP-36 dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 156, 20 dan 133 g/pohon serta KCl lebih tinggi 42 g/pohon. Untuk da- erah Minahasa dosis pupuk Urea, SP-36, KCI dan Kieserit lebih rendah berturut-turut sebesar 233, 120, 15 dan 287 g/pohon, dan (3) Ber- dasarkan perhitungan model untuk daerah Ka- bupaten Sukabumi dapat dihemat pupuk Urea dan Kieserit masing-masing sebesar 9227,3 dan 23,6 ton. Kata kunci: Syzigium aromaticum, model pemupuk- an, pemupukan berimbang
Description
Keywords
Citation