Identifikasi Padi Lokal di Provinsi Jawa Barat
No Thumbnail Available
Date
2017-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa sumber daya genetik yang khas, yang sering berbeda dengan yang ada di daerah lain. Besarnya kebutuhan akan padi sementara produksinya yang cenderung naik namun tidak signifikan dengan kebutuhannya maka perlu adanya perbaikan produksi diantaranya dengan persilangan. Persilangan antara padi unggul baru dan padi lokal dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi. Untuk itu diperlukan plasma nutfah dengan keragaman genetik yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi padi lokal yang ada di Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2013. Lokasi penelitian dilakukan di 6 (enam) Kabupaten yaitu Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu, Bandung, dan Garut. Bahan dan alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tanaman padi lokal. Metode penelitian adalah koordinasi, eksplorasi langsung ke lokasi berdasarkan sumber data yang diperoleh, wawancara dengan petani (sebagai data penunjang), dan koleksi gabah padi lokal. Hasil penelitian ini adalah telah berhasil diidentifikasi sebanyak 98 aksesi padi lokal yang terdiri atas padi jenis beras putih, beras merah, dan beras hitam, serta jenis ketan putih, ketan hitam dan aromatik, yaitu sebanyak 24 aksesi dari Kabupaten Tasikmalaya, 22 aksesi dari Kabupaten Subang, 12 aksesi dari Kabupaten Cianjur, 10 aksesi dari Kabupaten Indramayu, 5 aksesi dari Kabupaten Bandung, dan 25 aksesi dari Kabupaten Garut. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Garut memiliki identifkasi padi local yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu dan Bandung. Kabupaten Subang dan Cianjur memiliki karakter fungsional padi yang lebih beragam dibandingkan Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Indramayu dan Bandung.
Abstract
Identification of Local Rice in The Province of West Java. Every region in Indonesia has several distinctive genetic resources, which are often different from those in other areas. While the great need for rice production is likely to rise but not significant to its needs, the need for improvement of production such as by crossing. A cross between rice and local rice cultivation can be done to increase production. It required germplasm with wide genetic diversity. The purpose of this study was to determine identified of local rice in West Java. The study was conducted in April-May 2013. The location of research conducted in 6 districts, Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Indramayu, Bandung and Garut. Materials and equipment used in this activity is local rice crops. The research method is coordination, exploration directly to the site based on source data obtained, an interview with a farmer (as the supporting data), and a collection of local rice grain. Germplasm collection is done by collecting every rice cultivars were planted by the locals. The results of this study are already identified as many as 98 accessions of local rice which consists of rice types of white rice, brown rice, and black rice, as well as the kind of glutinous white, black rice and aromatic, as many as 24 accessions from Tasikmalaya District, 22 accessions of Subang Regency, 12 accessions of Cianjur, 10 accessions of Indramayu district, 5 accessions of Bandung regency, and 25 accessions of Garut. Garut has a diversity of local rice is higher than Tasikmalaya regency, Subang, Cianjur, Indramayu and Bandung. Subang Regency and Cianjur rice have a functional character is more diverse than Tasikmalaya regency, Subang, Indramayu and Bandung.
Description
8 p.; tab.