PENDAMPINGAN KELOMPOK USAHA PENGOLAHAN HASIL JAMBU METE DI KABUPATEN FLORES TIMUR : Warta balittro No 50 tahun 2005
No Thumbnail Available
Date
2005-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Peningkatan luas areal
perkebunan jambu mete yang pada
gilirannya terjadi peningkatan
produksi, ternyata belum memberikan tambahan pendapatan yang
optimal kepada petani jambu mete
di Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan subsistem hulu (on farm)
yang merupakan sumber penghasilan sebagian besar masyarakat
pedesaan di Kabupaten Flores
Timur belum dapat memberikan
kehidupan yang layak karena
umumnya masyarakat pedesaan
menjual produk pertanian/
perkebunan (jambu mete) dalam
bentuk bahan asalan (gelondong).
Berbagai kondisi faktual seperti
kurangnya penerapan teknologi
pengolahan, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan, sarana
dan prasarana usaha yang belum
memadai, kontinuitas pasokan,
ketepatan waktu pengiriman serta
harga yang kompetitif menyebabkan nilai tambah yang diharapkan
dari kegiatan hilir (off farm) tidak
dapat dinikmati oleh petani.
Menghadapi permasalahan tersebut di atas, maka kebijakan
yang ditempuh adalah menciptakan usaha-usaha produktif di
pedesaan. Beberapa kelompok
petani secara sadar telah
melakukan kegiatan off farm,
khususnya menangani produk
jambu mete dengan mengolahnya
menjadi kacang mete. Kelompok
usaha pengolahan hasil jambu