SKRINING EKSTRAK TANAMAN OBAT SEBAGAI ANTI AGEN PENYEВАВ КАNDIDIASIS SECARA UJI IN VITRO
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Penggunaan tanaman obat untuk pengobatan kandidiasis (keputihan, sariawan) adalah
salah satu pilihan yang baik bila dibandingkan dengan penggunaan obat yang berasal dari bahan
kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari daya hambat ekstrak buah cabe
(Capsicum annum L), daun saga (Abrus precatorius L) dan daun mindi kecil (Melia azedarach L)
terhadap khamir-khamir penyebab kandidiasis (Candida albicans, C. guillermondii C.
parapsilosis, dan C. tropicalis,) secara uji in vitro. Ketiga tanaman di atas diekstrak dengan pelarut etanol, kemudian diperiksa kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida, gliserhizin, saponin dan tanin. Hasil ekstrak diuji dengan metode uji in Vitro yaitu Difusi dan dilusi pada media Sabouroud
dekstrosa Agar (SDA). Perlakuan difusi tersebut dilakukan dengan 3 kali ulangan dan dilusi dengan 10 kali ulangan. Hasil pemeriksaan yang di dapat: Buah cabe mengandung alkaloid,
flavonoid, glikosida dan saponin, daun mindi kecil mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, tannin dan Saponin dan daun saga mengandung alkaloid, glikosida, gliserhizin, saponin dan tanin. Nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun saga terhadap C. parapsilosis dan C. guilliermondii adalah 400 mg/ml; Nilai KHM ekstrak daun Mindi kecil terhadap C. albicans adalah 500 mg/ml dan C. guillermondii adalah 400 mg/ml; Nilai KHM ekstra buah cabe terhadap C. albicans adalah 500 mg/ml dan C. tropicalis adalah 300 mg/ml. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ekstrak buah cabe, daun mindi kecil dan daun saga secara uji in vitro dapat menghambat/membunuh Candida spp (Candida albicans, C. guillermondii, C. parapsilosis, dan C. tropicalis)