ANALISIS EKONOMI INCOME OVER FEED COST (IOFC PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG DAN RAS YANG DIBERI SUPLEMENTASI SERBUK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) KEDALAM RANSUM
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman obat yang sangat potensial di Indonesia, tetapi belum optimal dimanfaatkan sebagai suplementasi dalam pakan ternak unggas. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk daun mengkudu (Morinda citrifolia)
dalam ransum ayam kampung dan ayam ras terhadap nilai ekonomis Income Over Feed Cost
(IOFC) dari produksi telur. Ternak ayam kampung petelur diberi perlakuan daun men zkudu dengan level :R0 (tanpa daun mengkudu); R0 + 1% serbuk daun mengkudu; R0 + 1,5% serbuk
daun mengkudu, dan RO + 2% serbuk daun mengkudu. Pada ayam ras petelur diberi tiga perlukuan
ransum mengandung 3%; 6% dan 9% serbuk daun mengkudu Pengamatan dilakukan selama 12
minggu produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IOFC per kg telur pada ayam kampung yang diberi suplementasi serbuk daun mengkudu, lebih tinggi daripada ayam ras. Ayam
kampung yang diberi 1,5% serbuk daun mengkudu diperoleh nilai IOFC yang tertinggi yaitu Rp 9
729,60 dibandingkan perlakuan lainnya ( RO Rp 8900; R0+1% DM = Rp 8423; dan R0 +2%
DM Rp 7847). Selanjutnya nilai 1OFC per kg telur ayam ras yang diberi suplementasi 3% DM
(Rp2659) lebih tinggi daripada 6% DM (Rp 2450 ) dan 9% DM (Rp 2501). Pemanfatan daun
mengkudu perlu dioptimalkan untuk menekan biaya pakan dan obat-obatan sehingga dapat
meningkatkan pendapatan peternak ayam buras maupun ras. Studi kelayakan sosial-ekonomi
untuk pemanfaatan daun mengkudu dalam suplemen pakan ayam perlu dilakukan dalam skala
lebih luas dan partisipatif bersama peternak.