PENGARUH KOMBINASI 2.4.D DAN KINETIN TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS TANAMAN NILAM

No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Tanaman nilam ( Pogestemon cablin Benth) termasuk famili Labiatae, yang banyak tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini sebagai penghasil miyak atsiri yang dikenal dengan nama "Pacthouli". Melihat prospek yang cukup baik tersebut, salah satu upaya yang sedang dikembangkan saat ini adalah mendapatkan senyawa metabolit sekunder melalui bioteknologi kultur jaringan. Di negara maju seperti Amerika, Jepang dan Eropa senyawa metabolit sekunder telah banyak diproduksi dalam skala industri, diantaranya untuk industri obat dan kosmetik. Metabolit sekunder dapat dihasilkan dari kultur kalus dan kultur suspensi sel. Penelitian dilakukan untuk menghasilkan kalus dari tanaman nilam di laboratorium kultur jaringan Kelti Plasma Nutfah dan Pemulian Balittro Bogor. Dengan tujuan memperoleh komposisi media kultur yang terbaik dari kombinasi zat pengatur tumbuh 2,4-D (0,1 :0,4 : 0,7 : dan 1.0) mg/l dengan kinetin (0,0; 0,2 dan 0,5) mg/l. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengap dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan kalus secara visual, warna dan bobot basah kalus. Hasil menunjukkan bahwa pada semua medium perlakuan ada peningkatan bobot basah, struktur kalus friable dan cenderung bewara putih. Darı ke 12 kombinasi perlakuan yang diuji, media yang mengandung 2,4-D 0,1 mg/l yang dikombinasikan dengan kinetin 0,5 mg/l menghasilkan pertumbuhan kalus terbaik.
Description
Keywords
Citation