Padi Apung Sebagai Inovasi Petani Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Pangandaran

No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak Perubahan iklim menyebabkan pola curah hujan tidak menentu dan berisiko menimbulkan bencana banjir pada lahan sawah. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu wilayah yang berisiko terkena banjir di lahan sawah. Luas lahan sawah yang rawan banjir di Kabupaten Pangandaran mencapai 2.114,90 ha. Sebagai upaya adaptasi terhadap risiko perubahan iklim diperlukan suatu inovasi salah satunya adalah padi apung. Budidaya padi apung merupakan teknik budidaya padi yang menggunakan rakit sebagai media tanam. Metode tanam padi yang dipergunakan pada budidaya padi apung adalah metode SRI (System Rice Intensification). Hasil analisis nilai R/C rasio total budidaya padi apung mencapai 2,03. Oleh karena itu, padi apung cukup menguntungkan dan berprospek bagus untuk dikembangkan di lahan banjir tahunan. Selain itu, menunjukkan pendapatan dan hasil produktivitas yang lebih tinggi daripada usaha tani padi konvensional. Apabila padi apung dikembangkan di lokasi lahan rawan banjir, maka akan terjadi peningkatan hasil produksi dan pendapatan bagi para petani. Agar budidaya padi apung dapat dikembangkan lebih luas diperlukan peran serta pemerintah dalam upaya pengembangannya dan perlu penelitian lebih lanjut tentang model rakit yang lebih murah dan tahan lama, media tanam yang baik, serta perawatan dan pemeliharaan guna meningkatkan produktivitas padi apung. Abstract Climate change leads to erratic rainfall patterns and flood in paddy fields. Pangandaran Regency is one of the areas that risk of flooding in paddy fields. The areas which are prone to flood reach 2.114,90 ha. Floating rice is an effort to adapt the risk of climate change. Floating rice is a technique that uses a raft as a planting medium. The method of rice planting which is used in floating rice is SRI (System Rice Intensification). The result of R/C ratio analysis in floating rice reach 2.03. Consequently, floating rice has advantageous and a great prospect to be developed on the land that has annual floods. Moreover, floating rice shows the higher income and productivity better than conventional rice farming. When floating rice is developed in the flood-prone land, there will be increased production and income for farmers. In order to develop floating rice, the role of government and further researches about the raft model that cheaper, durable and good media planting are needed to increase the productivity of floating rice.
Description
12 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation