PENGARUH FREKUENSI PENYEMPROTAN LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS TELUR ITIK PADA MESIN TETAS
No Thumbnail Available
Date
2025-12-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Polbangtan Gowa
Abstract
Penetasan telur itik yang optimal memerlukan kondisi lingkungan yang steril untuk
mencegah kontaminasi mikroorganisme penyebab kegagalan tetas. Salah satu
alternatif alami yang potensial adalah penggunaan larutan jeruk nipis (Citrus
aurantifolia) yang mengandung senyawa antimikroba. Kajian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh frekuensi penyemprotan larutan jeruk nipis terhadap daya
tetas dan mortalitas telur itik, sedangkan penyuluhan yang dilakukan bertujuan
untuk menilai peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peternak
terhadap pengaruh frekuensi penyemprotan larutan jeruk nipis terhadap daya tetas
dan mortalitas telur itik. Metode pelaksanaan kajian mencakup eksperimen empat
perlakuan (P0: Tanpa Penyemprotan, P1: 1 Kali Penyemprotan, P2: 2 Kali
Penyemprotan, Dan P3: 3 Kali Penyemprotan) dan metode penyuluhan yang
digunakan yaitu anjangsana (wawancara) dan pendekatan kelompok (ceramah,
diskusi, demonstrasi cara). Hasil penelitian kajian menunjukkan bahwa perlakuan
P2 (dua kali penyemprotan per hari) memberikan daya tetas tertinggi sebesar 50%
dan mortalitas terendah sebesar 50%, meskipun tidak signifikan secara statistik (p
> 0,05). Namun, secara biologis perlakuan ini paling optimal. Hasil kegiatan
penyuluhan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (dari
41,8% menjadi 90,4%), sikap (41,4% menjadi 89%), dan keterampilan (40,4%
menjadi 90%). Efektivitas penyuluhan mencapai 82,65%, yang tergolong dalam
kategori efektif.
Description
PENGARUH FREKUENSI PENYEMPROTAN LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP DAYA TETAS DAN MORTALITAS TELUR ITIK PADA MESIN TETAS